Abu kecewa berat, harta karun miliknya dijamah oleh tupai yang nakal. Lihatlah bagaimana kondisi buah cokelat milik Abu, sangat tragis. Hidup segan, mati tak mau.
Tempo hari, Om Maheng sudah pernah mengingatkan, jika Abu ingin fokus pada dunia perkebunan, jadilah sebagai pekebun yang baik. Menjunjung asas cinta dan sayang terhadap tanaman yang diusahakan.
Abu juga harus menunjukkan rasa kepedulian yang tinggi pada semua tanamannya. Jika tidak, ia akan kehilangan banyak hal. Dan salah satunya adalah buah cokelat. Dengan kondisi yang demikian, Abu hanya bisa menangis tanpa suara.
Cokelat miliknya gagal panen. Abu tidak sanggup mencegah risiko yang bakalan terjadi pada hasil perkebunan. Mau tidak mau beliau harus merelakan harta karun itu kepada tupai-tupai yang nakal.
Untung saja, tupai tersebut masih memiliki tenggang rasa. Ia meninggalkan sebuah cokelat yang utuh kepada Abu, tanpa disentuh sedikit pun. Barangkali hal ini sebagai hadiah pertengahan bulan untuk sang pemiliknya.