Membeli ikan tertentu sebagai kebutuhan santapan rumah tangga menjadi kebanggaan tersendiri. Abu Thailand memiliki pengalaman yang menarik saat beberapa kali memamerkan ikan tongkol dengan ukuran 115 cm yang dibelinya dari Tempat Penjualan Ikan (TPI).
Peukateun (perangai) yang diperlihatkan oleh Abu Thailand tidak pantas ditiru. Beliau sengaja singgah di warkop Om Maheng dengan menggantung ikan tongkol pada setang sepeda ontelnya. Mulut ikan tersebut masih mengeluarkan darah segar. Abu Thailand bermaksud ingin memperlihatkan menu makan siangnya hari itu kepada teman-teman yang nongkrong di warkop.
Gelagat Abu Thailand secara akurat tercium Om Maheng. Dari jauh Om Maheng berteriak "Omah, ka peusieng engkoet suree lom cot uroe nyoe!" (menu ikan tongkol lagi siang ini).
Mendengar teriakan tersebut, Abu Thailand tersenyum lebar sembari menyandarkan sepeda ontelnya pada pohon asam jawa. Siang itu Abu Thailand memiliki hak sombong (peukateun) selama singgah di warkop Om Maheng.
Siapapun yang datang saat itu, memuji menu makan siang Abu Thailand yang tersangkut segar di setang sepedanya. Abu Thailand sangat menikmati.
Di akhir persinggahan, Abu Thailand mentraktir semua teman-temanya. Fenomena yang jarang terjadi. Beliau pamit pulang sembari berkata "Nyoe kon bu ngen suree pane pah!" (kalau bukan nasi dengan tongkol mana enak). Abu Thailand berlalu dengan mendayung ontelnya. Hak sombong benar-banar dimanfaatkan.