Suatu hari, seorang teman datang menemuiku. Temanku itu meminta beberapa saran dariku terhadap kondisi yang sedang dialaminya. Secara singkat saya menjawab, "Saya hanya akan mengatakan satu hal: khusus untuk kamu, dilarang mengeluh."
Temanku itu berkata, "Mengapa Anda menganggap keluhan itu seperti sesuatu yang sangat buruk, bukankah setiap kita pernah mengeluh? Bukankah mengeluh itu juga sisi manusiawi?"
Saya menjawab, “'Budaya keluhan' adalah budaya Setan. Orang yang pertama kali menciptakan 'budaya keluhan' adalah kepala iblis. Dia telah mengeluh kepada Tuhan: "Engkau telah mencipta seorang makhluk yang lebih rendah dariku, tetapi dia justru Engkau muliakan. Dia akan menentang-Mu, membuat kerusakan di muka bumi, dan menumpahkan darah. Engkau Telah menghinaku dihadapannya, padahal dia belum pernah menyembah-Mu. Sementara aku telah menyembah-Mu dalam bentuk yang tidak bisa digambarkan oleh siapapun. Mengapa bisa demikian?"
Anak cucu Iblis yang diberi nama Setan merupakan musuh terbesar bagi manusia. Bagaimana cara Setan menjalankan misi permusuhannya terhadap manusia? Metodenya adalah melihat ke sekeliling untuk mendapati orang mana yang telah mengembangkan keluhan dan kemudian dia mulai lebih jauh mencetuskan keluhan itu di dalam dirinya. Setan mengambil jiwa keluhan ini dengan sedemikian rupa sehingga orang itu menjadi dikuasai oleh keluhan. Mengeluh menjadi karakter yang paling menonjol pada diri si pengeluh.
Jika Anda menaruh suatu benda di rumah Anda, benda itu akan tetap sama seperti sekarang bahkan puluhan tahun kemudian. Namun berbeda dengan mengeluh. Keluhan selalu tumbuh dan terus meningkat. Mengeluh adalah salah satu akar dari semua kejahatan. Setelah mengeluh berakar, kemudian berubah menjadi kebencian, lalu mengaktualisasikannya dalam bentuk balas dendam dan semakin diperparah lagi dijalankan dalam bentuk tindakan, seperti yang telah dilakukan Iblis.
Mengeluh adalah permulaan dari sebuah kejahatan, mengeluh tidak hanya semakin bertumbuh, namun juga berubah wujud menjadi caci-maki, iri-dengki dan mencari kambing hitam untuk disalahkan. Masihkah anda menyepelekan keluhan?
Created By: @munawar87 / Munawar Iskandar