Bagaimana kondisi psikologisku saat-saat menghadapi sebuah kasus yang sedang mendera? Susah nan payah aku berjuang memperebutkan kursi kepemimpinan, akan tetapi belum berusia seumur jagung tampuk kepemimpinanku harus ku relakan di tahtai orang lain jika hukum resmi menjeratku ke dalam jeruji besi.
Dulunya aku berpikir, hal yang paling memalukan adalah rumor tentang soal poligami yang menimpaku beberapa hari ini, ternyata itu belumlah seberapa, karena rasa malu itu cuma diriku sendiri yang menanggungnya dan hanya menyakiti hati istriku sebelumnya. Betapa ada yang lebih memalukan lagi, dan rasa malu itu tidak hanya ku tanggung sendiri seumur hidup, namun akan ditanggung oleh jutaan rakyatku. Sungguh, aku tidak ingin mempermalukan daerahku, rakyatku, serta keluargaku. Aku tak ingin menyakiti hati mereka yang telah menitipkan harapan besar kepadaku.
Mungkin selama ini aku terlena dan lengah, sehingga konspirasi politik mengarah kepadaku. Aku mencari-cari benang merah siapa sesungguhnya aktor yang mengatur semua ini. Tidak mungkin mereka mengetahui agendaku jika tidak ada yang memberitahu. Aku tidak sadar ternyata aku sudah masuk ke dalam daftar bidikan dan incaran. Akh, mungkin itu hanya analisis pradugaku untuk menutupi keteledoranku sendiri.
Tolong do'akan aku agar bisa membuktikan bahwa aku benar-benar tidak melakukan itu. Sungguh, aku butuh do'a dari kalian semua. Jika memang bersalah, aku ikhlas untuk dihukum. Namun jika aku benar, tolong do'akan aku agar tidak hanya diringankan beban, tapi do'akan agar aku ditambahi kekuatan.
Itulah harapanku, semoga doa kalian semua terkabul hendaknya. Inilah harapanku untuk kesekian kalinya setelah pilkada telah usai, dengan begitu aku bisa kembali menawarkan harapan kepada kalian semua. Semoga.
Created By: @munawar87 / Munawar Iskandar
Fasilitator Pemberdayaan Masyarakat