Aku bukannya takut untuk jatuh cinta lagi. Hanya merasa malas. Seperti perasaan malas yang menghinggapiku saat harus terbangun dipagi hari.
Aku ingin tetap bergelung diranjang, mendekap selimut dan tetap memejamkan mata.
Tapi tidak bisa.
Aku harus bangkit dan melalui hari-hari, entah itu hari baik ataupun buruk.
Karena hidup berjalan terus.
Dan detik yang terlewati, cepat sekali menjadi masa lalu yang menghantui. Karena hidup tak cuma sekedar hidup. Melaluinya tak semudah mengatakan ya dan tidak pada kenyataan.
Karena hidup butuh banyak kekuatan.
Kau tak bisa hanya mengandalkan dirimu dan apa saja yang kau punyai, terkadang kaupun harus bergantung pada apa yang tak kau miliki.
Kupikir orang yang bilang bahwa ia akan menghindari cinta sekuat tenaga, adalah orang yang sebenarnya paling mengharapkannya.
Hanya saja ia takut dengan kenyataan buruk yang akan menamparnya.
Padahal mungkin tak akan seperti itu.
Tapi bisa saja karenanya, ia jadi kehilangan kesempatan bertemu dengan seseorang yang tepat untuknya.
Maka aku memutuskan untuk mengambil resiko, seberapa sering kalipun kuterluka, seberapa banyak duka yang kutanggung dan seberapa melelahkannya perjalanan untuk menemukanmu.
Aku tidak akan menyerah.
Aku akan tetap percaya.
Dan aku akan terus mencarimu.
Cinta.