poetry "Musim Pelangi"

Words
134
Reading
1 min
9y
Listen to this post
~1 min

1398991406.jpg
MUSIM PELANGI
Darwis Hasbi

Bersinar dalam gelap gulita
Emas memancarkan gemilau di tengah benderang
Retorika mengalir serupa linangan air hujan
Memancarkan aura kecantikan
Menjelma wajah di baliho pinggiran kota
Beragam senyum penuh kepalsuan

Di pancarkan sinar mentari
Di basahi embun pagi hari
Teringat kemasan masa lalu
Yang merangkai majas di kala belum instan

Di kala jauh mari merapat
Di kala mendekat mari bersama
Menyulam masa segenap ingatan
Harapan menjadi sebuah bungkusan
Dalam lipatan Nusantara

Takkan terlepas dari tangkai musim pelangi
Melihat mereka menggantungkan nasib
Di ujung jalan kemudian hari

Di akhir masa bertugas nanti
Pelan-pelan melingkari kenangan
Seperti es batu di bakar mentari
Tiada bisa di tagih janji

Sudah patut kita berperan
Mengintip gelagat di kemudian hari
Memilih mereka yang ikhlas nanti
Yang bisa di tagih janji bersama kita kelak nanti

Indonesia, 14 April 2018.
20140327_081408_penertiban-atribut-kampanye-di-banda-aceh.jpg

poetry "Musim Pelangi" | Ecency