Semoga hari ini menyenangkan.
Hari ini saya ingin berbagi pengalaman pribadi tentang bagaimana sikap kita dalam membangun sebuah rumah.
Inilah rumah kami. Panjang proses yang kami lalui dalam mengwujudkan impian ini. Tidak ada dalam bayangan impian ini ada.
Dimulai tahun 2004 dan selesai 2015. Sebelas tahun bukan waktu yang singkat. Mungkin bagi sebagian orang ini tidak apa-apa. Tapi bagi kami ini luar biasa.
Filosofi buat rumah sangat sederhana. Jangan takut susah. perle susah peget rumoh, perle mehmoh mekawen dua ( jika mau susah buatlah rumah, jika mau strees beristri dua).
Saya membuat post ini bukan untuk sebuah kebanggaan. Tapi saya hanya ingin mengatakan bahwa jika kita yakin, dan berusaha Insya Allah ada saja jalan untuk sebuah kesuksesan. Dukungan rekan-rekan sangat diperlukan.Belajar apa yang mau kita tekuni adalah wajib. Supaya kita mendapatkan cara dan strategi dalam mengelola. Melihat kemampuan diri juga penting agar tidak gagal dalam perjalanan.
Rumah ini saya desain sendiri dari awal sampai akhir, perhitungan kekuatan bahan saya pelajari dengan detail untuk tidak terjadi pemborosan material. Proses pengerjaan saya awasi untuk terjaminnya mutu. Semua harus saya pelajari karena saya tidak bisa menyewa konsultan. Alhamdulillah dengan bantuan rekan-rekan semua siap.
Rumah sederhana, sesuai dengan kemampuan yang saya miliki. Semua sesuai kebutuhan tidak ada ruang yang kosong yg tidak dimanfaatkan.
Pesan saya. Jika membuat rumah sesuaikan dengan kebutuhan. Karena jika tidak, akan menyebabkan susah berkepanjangan.
Yakinkan diri, lihat kemampuan dan sesuaikan dengam kebutuhan.
Pelajari tata cara dan strategi agar memudahkan dalam mengambil sikap.
Demikian dari saya hari ini. Semoga bermanfaat. Jika ada yang kurang berkenan mohon di maafkan.
Salam
@muhammadabi