Sekarang tidak ada lagi rindu untukmu, aku mulai meranjak dan merangkak meninggalkan jejak masa lalu. Pernah ada kenangan, namun kini semuanya semu dan berlalu.
Aku pernah menjadi alumni di hatimu, yang kau usir dengan biadab tanpa pernah kutau sebab saat itu.
Aku berusaha bertahan dengan harapan, meski saat itu hatiku sudah tidak lagi mampu memikul beban. Kau hancurkan mimpiku dengan kejam, seolah hatimu bukanlah tempat yang pantas untuk cintaku bersarang.
Saat itu aku menangis tak mampu merelakan, meski dihatimu aku tidak pernah memiliki ruang.
Aku troma, aku frustasi sampai aku ingin segera pergi dari bumi. Aku mulai benci pada diri sendiri, aku mulai muak pada semua masalah tentang hati, benci yang tidak mampu diwakili oleh sebuah kata "benci".
Dan kini, aku sudah benar-benar pergi.
Aku menemukan hati yang baru, yang memberi aku ruang, cinta, sayang, dan juga rindu.
Kamu tau selain muntah, kotoran apa yang keluar dari mulut manusia?
Itu adalah "Janji", seperti yang pernah kau beri untukku.
(Muchsin Alman, April 2018)