Daun kelapa atau blarak ternyata bisa dibuat kerajinan yang unik dan bernilai jual tinggi.
Blarak yang biasa digunakan sebagai pengganti kayu bakar ini ternyata bisa disulap menjadi produk kreatif yang mampu menembus pasar ekspor.
Hal itulah yang sudah ditekuni oleh Bapak Dwi Hartanto selama 20 tahun, yang fokus menekuni produksi aneka kerajinan berbahan dasar blarak dan berbagai serat alam lainnya.
Di tangan kreatif seperti Pak Tanto itulah, aneka produk kreatif dan unik bisa dihasilkan dengan bahan baku alam yang melimpah di sekitar kita.
Kerajinan tangan berbahan dasar daun kelapa atau lebih dikenal masyarakat dengan sebutan lidi, saat ini mulai digemari oleh kaum ibu.
Modal utamanya adalah keinginan, setelah punya keinginan otomatis akan bisa dipelajari teknis anyaman yang benar, agar menghasilkan sebuah karya bernilai jual,”
Dikatakannya, daun kelapa dipilih sebagai bahan dasar utama. Pasalnya, dengan daun kelapa ibu-ibu tidak perlu merogoh biaya untuk sekedar belajar anyaman. “Tidak perlu biaya, yang penting bisa belajar dulu,” ujarnya.
“Sebetulnya kreatifitas lah yang perlu diperhatikan dalam kerajinan anyaman. Jadi, dari bahan dasar daun kelapa tidak melulu menghasilkan sapu lidi saja,” kata ibu dua orang anak itu.