Selamat malam para sahabat steemit semua, saya harap anda sekalian dalam keadaan sehat dan bahagia
Tata Letak
Desa Tanjong Punti terletak di pinggiran sungai Jambo Aye yang dulu aktif sekarang sudah menjadi tepatnya bisa di sebeut sebagai rawa-rawa yang masih mengalir. Alirannya sangat di pengaruhi oleh pasang surut air di daerah hulu sungai atau lautan. Secara topographis desa ini masih berada di ketinggian 30 MDPL (meter dari permukaan laut). Secara geografis desa ini terletak dalam kawasan kecamatan Tanah Jambo Aye.
Kehidupan Masyarakat
Desa kecil ini dengan populasi tidak lebih dari 250 jiwa dengan lahan yang masih luas tersedia merupakan desa pertanian, ini bisa dilihat dari luasnya lahan pertanian yang masih tersisa. Sebagai masyarakat petani semua masyarakat menggarap kebun dan ladang dan ditanami dengan berbagai macam tanaman baik berupa tanaman tahunan dan kayu-kayuan juga menanam sayuran. Hasil utama dari desa ini adalah Sawo, coklat (cacao) dan durian, disamping juga tanaman lain yang berupa sayuran dan buah-buahan. Dari 250 jiwa yang ada di desa Tanjong Punti hanya 1 orang yang merupakan pegawai negeri selebihnya adalah petani, jika musim turun kesawah tiba, dengan sendirinya pekerjaan kebun sedikit terhenti. Ada juga yang menggeluti pekerjaan sampingan sebagai tukang bangunan. Secara keseluruhan kehidupan masyarakat di Desa Tanjong Punti ini masih tergolong miskin dengan penghasilan rata-rata dibwah 30 ribu/hari. Hasil ini utamanya di peroleh dari hasil pertanian dan tanaman tahunan di kebun.
Kondisi air sungai yang tidak mengalir menyebabkan lebih besar kemungkinan terpapar bakteri yang mengganggu kesehatan apabila di konsumsi
Kondisi Kesehatan Lingkungan
Meskipun desa ini masih tergolong desa miskin, akan tetapi kondisi kesehatan lingkungan sudah jauh
lebih maju, ini bisa di teliti dengan tersedianya fasilitas MCK di setiap rumah, jika dulunya seluruh penduduk desa ini membuang hajat ke sungai, akan tetapi sekarng ini setiap rumah sudah tersedia fasilitas MCK yang memadai. juga dari segi kebersihan lingkungan desa ini masih tergolong asri dengan rimbun pohon dan swasana sejuk yang begitu terasa ketika memasuki desa ini. Meski kondisi kemarau desa ini masih relatif lebih sejuk dibandingkan dengan desa yang bebatasan dengannya. Desa ini di kelilingin oleh sungai berair keruh, sungai inilah yang kita bicarakan diatas tadi merupakan sungai Jambo Aye. Meski secara kesehatan lingkungan sudah mulai menuju desa sehat, akan tetapi desa ini belum memiliki tempat pembuangan sampah yang memadai, terutama sampah non organik dari rumah tangga.
Sumber Air
Menyangkut dengan kesehatan lingkungan secara keseluruhan, maka ini juga terkait dengan sumber daya air yang merupakan kebutuhan pokok disamping kebutuhan pangan yang masih cukup tersedia. Seluruh penduduk desa memamfaatkan air sungai baik secara langsung diambil dari sungai maupun secara tidak langsung yaitu dengan cara menggali sumur di dekat sungai sebagai reservoar air sungai. Air sungai yang meresap melalui pori-pori tanah kemudian terkumpul kedalam sumur reservoar, sebelum akhirnya dipompa dengan mesin pompa elektronik kedalam bak penampung. Hal yang mengkhawatirkan adalah bagi sebagian lainnya masyarakat memompa langsung air dari sungai untuk keperluan sehari-hari termasuk untuk kebutuhan minum. Hal ini bisa sangat membahayakan kesehatan masyarakat setempat, ini sudah terlihat dari sekarang sebenarnya. Karena pada dasarnya air sungai ini sudah tercemar dengan pestisida dan zat-zat kimia hasil residu pemakaian dari lahan di pinggir sungai, karena sebagian besar masayarakat di sepanjang sungai ini masih melakukan pertanian dengan memakai zat-zat kimia berbahaya dan juga pupuk kimia yang pada akhirnya sisanya akan turun dan bercampur dengan air sungai. Awal Tahun 2017 lalu sudah pernah di carikan solusi untuk membuat sumur bor, akan tetapi entah karena kesalahan teknik ataukah karena sumber air tanah yang tidak sukup tersedia maka sumur bor yang menghabiskan dana sekitar 40 juta ini tidak berfungsi sebaimana yang diharapkan. Meski saluran pemipaannya sudah terpasang ke setiap rumah penduduk. Sumber daya air nampaknya masih menjadi persoalan yang utama bagi masyarakat desa Tanjong Punti ini.
Inilah sumber air sungai yang dipompa masyarakat ke bak penampungan
Improvisasi Masyarakat
Dengan kondisi air seperti saat ini, sebenarnya masyarakat sudah mencoba semaksimal mungkin untuk bisa memenuhi standar kesehatan sebagaimana mereka ketahui. Masyarakat memanfaatkan bahan-bahan alami untuk melakukan penyaringan air sehingga layak konsumsi dan juga untuk digunakan sebagai kebutuhan harian yang lain. Salah satu hal yang telah dilakukan oleh sebagian masyarakat adalah dengan membuah sumur reservoar dengan mamanfaatkan saringan alami tanah yang kedalamannya harus lebih dalam dari dasar sungai yang tiap tahun menjadi lebih dangkal akibat sidimentasi lumpur dari lahan pinggir sungai yang digunakan sebagai lahan pertania. Setelah air terkumpul dalam sumur reservoar, air tersebut di pompa dengan mesin menuju bak penampung baik yang di dalam rumah penduduk ataupun bak penampung yang ada di luar lumar penduduk. Air tersebut di endapkan sehingga kadar lumpur mengendap dan air mejadi lebih bersih. Kemudia setiap rumah juga membuat saringan tradisional dengan memanfaatkan Ijuk, pasar, hancuran arang, batu bata dan kerikil yang di susun sedemikian rupa sehingga menjadi saringan yang lumayan menolong mereka untuk mendapatkan air yang lebih sehat. Kendala yang sangat telihat sekarang ini selain kwalitas sumber air yang tidak terjamin kesehatannya adalah letak rumah dari sungai kadang ada yang mencapai 200 meter. Sehingga masyarakat harus menyediakan pipa penyalur yang lumayan panjang serta mesin pompa yang kuat sehingga bisa memompa air hingga jarak 200 meter.
Pompa air yang digunakan masyarakat untuk memompa air dari sungai
Kesimpulan
Kebutuhan mendesak saat ini untuk masyarakat Tanjong Punti adalah ketersediaan air bersih dalam kwantitas dan kwalitas yang memadai.
Perlu adanya pembinaan masyarakat untuk membuat media penyaringan yang lebih baik guna mendapatkan air yang lebih layak minum demi kesehatan masyatakat Aceh yang lebih baik kedapan.
perlu dilakukan pengetesan kadar bakteri ECOLI dalam air yang digunakan oleh masyarakat sebaagi ukuran sehat tidaknya air tersebut untuk di konsumsi.
Perlu adanya penyuluhan utuk pertanian organik yang berkesinambungan untuk produksi pangan yang lebih bagus dan menjaga kondisi air sehingga tidak lebih tercemar dari pada yang sudah ada saat ini.
Demikian sekilas laporan tentang kesehatan lingkungan dan sumber daya air di desa Tanjong Punti. Setidaknya ini bisa menjadi sesuatu yang bisa kita pikirkan bersama dalam komunitas steemit ini. Jika kita mau berbuat mungkin dengan persatuan dan kebersamaan komunitas steemit ini kita bisa melakukan sesuatu yang bermanfaat untuk mereka meski hal kecil semisal memberi pelatihan pembuatan saringan air yang bagus untuk masyarakat.
Laporan ini berdasarkan kungjungan langsung saya 2 minggu lalu ke Desa Tersebut, dan melakukan wawancara dengan beberapa penduduk kampung.
Terimakasih atas perhatian dan kebersediaan sahabat semua yang mau membaca postingan ingin dan tergerak untuk melakukan aksi nyata