Minggu Sore di Banda Aceh

marxause(55)
Published in
#aceh
Words
110
Reading
1 min
Listen
Play
8y

image
Besok-besok masih ada petang dengan langit di ufuk baratnya yang ekspresif nan megah. Masih ada riak dan gelombang di laut Ulee Lheue yang menampar-nampar tumpukan batu gajah. Ulee Lheue tak akan kemana-mana jikalau senja datang tepat waktu sebelum azan dikumandangkan saat peziarah senja bergegas pulang. Bukan ke mesjid!

Banda Aceh adalah kenangan lama yang ditinggalkan raja melalui meuseujid-meuseijid dan pantai-pantainya yang saling berpelukan. Tak perlu kota-kota megah lainnya untuk lebih mencintai tanah bau lumpur. Tak perlu senja di New York dan Canberra atau New Delhi.

Banda Aceh adalah anak yang kubesarkan untuk kesekian kali. Anak yang tak kuberi nama. Anak yang tak pernah menangis meski berkali-kali pilu di ujung Sumatra.

Minggu Sore di Banda Aceh | Ecency