HALO SAHABAT STEEMIAN...
INDONESIA
Orang menggunakan cara berbeda-beda terhadap berbagai situasi kepernimpinan. Salah satu adalah menempati posisi seorang diktator. Diktator membuat semua keputusan tanpa membicarakan dengan orang-orang yang dipengaruhi. Dia menolak untuk mendengarkan pendapat bawahannya, sebab jauh di dalam hatinya, dia mungkin takut bawahannya benar, dan ini akan membuatnya kehilangan muka.
Diktator tidak bertahan lama, para pengikutnya mungkin memperlihatkan kesetiaan pura-pura selama beberapa saat, tapi keresahan segera berkembang. Beberapa pengikut terbaik meninggalkannya, dan yang tersisa berkurnpul dan membuat rencana untuk melawan tirani. Hasilnya adalah kepemimpinan tersebut seiring berjalannya waktu pasti akan hancur. Tentunya membuat sang diktator mempunyai citra yang buruk di mata para pengikutnya atau organisasi bahkan rakyat.
Teknik kepemimpinan yang yang dingin, mekanis dan kaku. Pemimpin yang menggunakan cara seperti ini biasanya menangani segala sesuatu dengan tegas, keras namun terkadang tidak jelas. Dia tidak mengetahui bahwa kasus-kasus biasa, setiap peraturan, kebijaksanaan atau rencana hanyalah suatu pedoman. Ironisnya calon pemimpin ini memperlakukan manusia seperti mesin, dan dari semua hal yang tidak disukai orang, mungkin yang paling tidak disukai, adalah diperlakukan seperti mesin. Ahli efisiensi yang kurang akrab dan dingin ini bukan pemimpin ideal. Para ”mesin” yang bekerja untuknya mengerahkan sebagian saja clan energi yang mereka miliki.
“Coba anda bayangkan, jika seorang pemimpin diktator bertanya pada dirinya sendiri”
Akan jadi seperti apa dunia ini, Jika semua orang di dalamnya seperti aku?
Tentunya pertanyaan itu, akan tedengar sangat buruk untuk dirinya sendiri. Apakah pemimpin diktator tersebut akan sadar dengan dirinya sendiri, saya tidak berani menebaknya.
Pemimpin politik juga, mereka yang meninggaikan kata-kata berkesan dalam sejarah mencapai kebijaksanaan berpikirnya melalui menyepi. Banyak pemimpin dunia yang sudah terdahulu, namun masih dikenang dengan baik namanya. Banyak kata bijak, nasehat dan pepatah yang di katakana oleh pemimpin yang terdahulu dan itu semua masih di kenang dan di ingat sampai sekarang. Apakah itu sebuah kata-kata Mutiara, bijak, keras, kejam atau sindiran halus.
Coba kita sejanak kembali mengingat sejarah, catatan sejarah mengatakan mungkin Adolf Hitler tidak dapat memegang kekuasaan jika tidak berbulan-bulan menghabiskan waktu dalam penjara, sendiri, dimana dia menyusun buku “Mein Kampf”, rencana sangat cemerlang sekaligus busuk untuk menaklukkan dunia yang membuat orang Jerman pada umumnya dan pengikutnya berada dalam kegelapan.
Banyak pemimpin Komunis yang terbukti memiliki kemampuan diplomatik tangguh seperti Lenin, Stalin, Marx dan banyak lainnya menggunakan waktunya di penjara, dimana mereka dapat merencanakan gerakan di masa mendatang, tanpa gangguan. Ya seperti itulah sebuah politik yang akan membawa perubahan yang buruk bagi suatu bangsa dan itu kejam.
Sebelumnya saya mohon maaf, tidak ada maksud untuk mengkritik. saya ingin mengatakan bahwa saya tidak menyukai kepemimpinan komunis yang kejam dan mencekam. Saya adalah orang yang paling anti dengan komunis, dan juga saya adalah orang yang paling tidak suka dengan sistem ideologi komunis (itu merupakan hak pribadi saya). Saya sangat bersyukur tinggal sebuah negara yang dulu nya bangsa dan negara berjuang untuk mengusir dan menghancurkan ideologi komunis. Sekali saya mohon maaf jika argumen yang saya tuliskan tersebut kasar dan tidak wajar. Saya pikir itu merupakan hak pribadi saya untuk mengatakan nya.