Ranting cemara menggoresi dinding bukit
Ia paparkan suka danau
Ia paparkan derita danau
Sementara angin menderai
Menyentuh pucuk cemara
Ranting cemara pena yang tajam
Menukik pada dinding bukit
Memahat luka danau
Sementara angin menderai
Menyanyikan lagu sedih
Rànting cemara tak terahitung jumlahnya
Menulis dengan tangis .
Pada dinďing bukit
Nasib danau yàng perih
Sementara angin berjuntai
Dipucuk cemara hilang nyanyinya
Takèngon, Tanah Gayo, 29.03.16