Bagaimana hidup kamu tanpa media sosial yang kini telah menjadi bagian dari kebutuhan hidupmu pada zaman globalisasi ini. Ya, mungkin semua kamu memilikinya, namun segalanya tidak dapat dijangkau jika signal tidak didapatkan jika kamu berada pada tempat yang tertentu, seperti layaknya di hutan.
Jika dipandang dari segi suasana tempat tinggalku jelas sangatlah membosankan bagi yang sudah terbiasa tinggal di kota. Merasa sunyi, hening, bosan, bahkan terkadang seseorang dapat menyimpulkan bahwa kampungku bukanlah kampung yang layak dihuni bagi masyarakat. Melainkan sebuah hutan yang layak dihuni hewan buas katanya. Bagaimana tidak? Listrik saja baru dipasang lima tahun yang lalu di kampungku. Sedangkan sebelumnya masyarakat menggunakan lentera pada malam hari untuk menerangi kediaman mereka.
Begitu juga halnya soal transportasi yang lumayan sulit didapatkan di kampungku. Namun sebagian masyarakat telah memiliki kendaraan sendiri baik itu berupa mobil atau pun motor untuk memudahkan mereka melakukan aktivitas. Namun sayang, beberapa dari mereka tidak memilikinya sama sekali, hingga harus meminta tumpangan atau pun meminjam kendaraan kepada tetangga yang sudi meminjamkannya.
Dari beberapa kendala yang memang belum diatasi hingga tuntas, banyak kalangan dari para pelajar untuk memilih berhenti menempuh pendidikan selanjutnya. Hingga bagi para remaja putri memilih untuk menikah atau pun bekerja di luar kota, namun bagi para remaja putra banyak yang memilih untuk bertani dan memiliki penghasilan sendiri untuk memenuhi kebutuhannya. Maka bukan lah sebuah hal yang baru jika pernikahan dini telah menjadi sebuah tradisi yang telah berlangsung beberapa tahun ini. Meski secara hukum di Indonesia pernikahan dini adalah sebuah pelanggaran yang mutlak.
Lalu bagaimana dengan persoalan signal? Nah, jangan ditanya soal signal yang diperoleh di kampungku... jelas sangat menjengkelkan dan menyedihkan bagi para pemuda, orang tua, bahkan nenek kakek zaman now.
Kurasa mereka akan melakukan hal yang sama untuk mencari signal. Mau tahu bagaimana caranya? Jelas kamu harus melakukan hal yang belum pernah kamu lakukan sebelumnya. Seperti layaknya memanjat pohon, mengangkat handphone lebih tinggi untuk mendapatkan signal, atau kamu harus mendaki gunung untuk mendapatkan signal tersebut. Bagaimana menurutmu? Tertarik untuk mengunjungi dan tinggal meski hanya sekejap saja.
Namun, tidak selamanya kampungku menjadi tempat yang membosankan, menyedihkan, dan menyeramkan bagi kamu. Gunung yang menjulang tinggi, pepohonan yang rimbun, cuaca yang sejuk, air gunung yang segar nan dingin, tumbuhan yang unik, bahkan jalan yang telah diaspal beberapa tahun yang lalu dapat menjadi pemandangan yang indah bagi mata. Cocok untuk bagi kamu yang menyukai suasana yang hening dan menenangkan diri.
Beberapa dari mereka yang suka piknik atau pun menjelajahi hutan ke kampung kami mengatakan bahwa kampung kami memiliki daya tarik yang luar biasa. Jika terdapat beberapa oknum yang berinisiatif untuk menjadikannya sebuah tempat wisata sangat lah menarik, dikarenakan tempatnya yang kian menarik perhatian bagi para pengunjung. Baik itu dari segi cuaca, suasana, buah- buahahan dan keramahan masyarakat. Namun tidak dapat dipungkiri masyarakat Indonesia terkenal akan keramahannya.