Sepulang melaut siang hari, boat-boat kecil bermesin Dongfeng 24 PK itu parkir begitu saja di alur sungai Gampong Syiah Kuala, Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh. Alur sungai yang tersambung hingga ke Pelabuhan Perikanan Samudera Lampulo itu sisi kiri dan kanannnya berjejer pohon-pohon bakau pencegah abrasi.
Kawasan ini dulunya merupakan kawasan terparah dihantam gelombang tsunami pada 26 Desember 2004 lalu, tambak-tambak di sekitar alur itu juga sebagiannya sudah menjadi bagian dari sungai, apa lagi ketika air pasang.
Setiap hari nelayan pulang melalui alur yang tenang itu, dan berhenti di dekat jambatan. Tak jauh dari komplek kuburan ulama terkenal Aceh yang juga Mufti Kerajaan Aceh Teungku Syiah Kuala. Menatap boat-boat kecil sandar di alur itu, seperti ada kedamaiannya di sana.