Barusan bisa dipastikan hampir seluruh wilayah Aceh gelap gulita akibat listrik milik PLN padam. Ada info yang beredar di group-group medsos, bahwa padamnya listrik akibat gangguan jaringan interkoneksi Belawan Medan serta kerusakan pada PLTU Nagan Raya. Kasus ini sebenarnya sudah berulang terjadi. Parahnya lagi saat memasuki bulan suci Ramadhan seperti tahun sebelumnya.
Kita semua tentunya harus mendorong agar adanya jalan keluar terkait krisis energi listrik di Aceh. Selaku anggota DPRA saya pernah menyampaikan pendapat terkait permasalah ini baik dalam pandangan akhir di sidang paripurna maupun komunikasi by phone dengan Manajer PLN Wil Aceh.
Kira-kira begini, jika potensi sumber daya alam Aceh diberdayakan untuk pemenuhan energi listrik, Aceh akan terhindar dari pamadaman yang bekepanjangan. Kalau tidak salah, saat ini untuk Aceh secara total dibutuhkan sebesar 410 Mega Watt.
Namun, sebagian yang terpenuhi hanya 260 Mega Watt. Sementara sisanya dari interkoneksi Medan sebesar 160 Mega Watt- 180 Mega Watt. Sementara PLTU yang ada di Nagan juga selalu lamban dan kerap bermasalah sehingga berpengaruh kepada pasokan arus listrik kepada pelanggan.
Maka, pemerintah dan PLN harus mendorong segera terwujudnya tambahan pasokan listrik dari Arun yang diperkirakan mencapai 250 Mega Watt dan sudah ada kontrak PLN dengan Wasila dan Wika. Saya dapat kabar diakhir tahun depan sudah bisa dimanfaatkan. Kemudian untuk Banda Aceh yang direncanakan pembangunan PLTG di Krueng Raya sebesar 50 Mega Watt agar bisa dituntaskan.
Selain itu, ada juga potensi sumber daya alam yang juga harus dimanfaatkan oleh pemerintah dan PLN sebagai energi baru dan terbarukan, yakni rencana PLTA Tampur 1 dan 2 di Aceh Timur. Saat ini sedang dalam studi kelayakan. Jika ini berhasil dibangun, maka akan menghasilkan listrik sebesar 554 Mega Watt, masing-masing Tampur I sebesar 428 Mega Watt dan Tampur II 126 Mega Watt.
Beberapa tahun yang lalu Daewoo Enginering- Korea Midland Power, perusahaan swasta asal Korea Selatan pernah melirik potensi itu. Selanjutnya ada potensi lain yang bisa digarap termasuk energy panas bumi (Geothermal) Seulawah dan juga pembangunan PLTU 2x200 Mega Watt di Meulaboh yang menurut laporan kontraknya sudah ada dan akan dibeli oleh PLN nantinya.
Selama ini yang kerap mengalami pemadaman listrik merupakan kawasan yang masih menggunakan jaringan interkoneksi dengan Medan, Sumatera Utara. Dengan adanya pemanfaatan sumberdaya dan tenaga pembangkit yang ada supaya dipacu sehingga Aceh tidak lagi mengalami pemadaman listrik meski saat beban puncak.