Pesan @levycore untuk Steemian Indonesia

Words
473
Reading
3 min
9y
Listen to this post
~3 min

levy.jpg
Kurator Steemit Indonesia levycore@levycore

Meet up KSI Chapter Banda Aceh siang tadi benar-benar di luar ekspektasi saya. Steemit memiliki daya rangsang luar biasa sehingga mampu menarik orang-orang dari berbagai lini. Lintas aktivitas. Lintas komunitas. Lintas profesi. Lintas bakat. Dan meet up tadi siang bolehlah saya katakan sebagai perayaan kecil sebagai bentuk deklarasi; we are steemian!

Saya takjub dan salut mendapati kenyataan ada para steemian yang datang jauh-jauh dari luar kota 'hanya' untuk menghadiri pertemuan yang cuma beberapa jam. Sebut saja misalnya lontuanisme@lontuanisme yang datang dari Lhokseumawe. Ada akbarrafs@akbarrafs , riodejaksioroe@riodejaksioroe , dan rastaufik10@rastaufik10 dari Sigli. Akbar bahkan sudah beberapa hari di Banda Aceh sejak Rabu lalu untuk mendokumentasikan kelas Forum Aceh Menulis yang hari itu mengangkat topik "Cerdas Mengelola Steemit".

Di kelas yang berbeda ada Bang razak-pulo@razak-pulo dan Bang bahagia-arbi@bahagia-arbi dari Bireuen, ada Bang ayijufridar@ayijufridar dari Lhokseumawe, ada jodipamungkas@jodipamungkas dari Langsa, bahkan ada yang dari Bandung yaitu Kak mariskalubis@mariskalubis. Mereka adalah steemian senior yang di sesi kedua tadi berbagi tip dan trik di dunia Steemit melalui diskusi kelompok.

Namun core dari acara tadi adalah dua Kurator Steemit Indonesia yaitu levycore@levycore dan aiqabrago@aiqabrago. Jujur saja motivasi besar saya menghadiri meet up ini hanya untuk melihat siapa orang di balik akun tersebut. Agaknya bukan cuma saya yang penasaran, Pak hasnanda@hasnanda misalnya, begitu ketemu saya langsung melempar tanya; Ihan, yang mana Bang levycore@levycore ?

Saya mengedarkan pandangan, mencari-cari di mana keberadaan Bang Levy. Dan ketika wujudnya muncul dari musala, saya langsung jawab; itu, yang itu, yang baru keluar dari musala.

Pak Hasnanda mengangguk-angguk. "Kalau yang itu Bang aiqabrago@aiqabrago," kata saya sembari memberi kode pada wujud seorang pria yang duduk di kursi di bagian tengah.

Di meet up tadi saya juga baru tahu ternyata Bang Levy adalah orang pertama di Indonesia yang menjadi user Steemit. Hal ini menjawab pertanyaan saya mengapa Aceh menjadi pusat perkembangan dan penyebaran Steemit di Indonesia.

Sebagai seorang Kurator, kata-kata Bang Levy menjadi sesuatu yang ditunggu-tunggu para steemian, khususnya saya. Maka ketika bendera Steemit dilimpahkan kepadanya, saya ikut sigap, bersiap mencatat apa yang hendak dikatakannya. Meski singkat, pesan yang disampaikan Bang Levy harus kita catat besar-besar agar komunitas ini semakin besar dan solid. Sebab, di Steemit ini kita tidak bisa one man show.

Kebahagiaan seorang leyvcore@leyvcore adalah melihat para steemian berkembang, karena itu Levy mengatakan komunitas ini adalah sebuah keluarga. Di mana para anggotanya harus saling bersinergi dan mendukung.

"Saya bahagia melihat perkembangan para pemula, ini saatnya kita show time di Steemit," ujar Bang Levy.

Ia juga mengingatkan, para Steemian hendaknya menyajikan konten-konten terbaiknya untuk menunjukkan Indonesia di jagat Steemit. Dan yang paling penting adalah tidak mencuri karya-karya orang lain atau melakukan praktik plagiasi.

Saya juga berdecak kagum pada antusiasme peserta yang cukup ramai. Bahkan di antara mereka ada yang belum mempunyai akun Steemit. Mendaftar saja belum. Tapi semangat untuk mencari tahunya sungguh luar biasa. Saya menduga inilah awal kebangkitan literasi digital Indonesia.[]

Pesan @levycore untuk Steemian Indonesia | Ecency