SELAMAT JALAN RAMADHAN!

Words
1132
Reading
6 min
8y
Listen to this post
~8 min

Segala puji bagi Allah yang dikenal melalui segala bukti-Nya yang maha menunjukkan terhadap jalannya. Yang maha jujur dalam firman-Nya. Yang maha berhak disyukuri atas segala kecil besar karunia-Nya.


imagesource


Suara-suara yang lantang telah bertasbih padanya. Awan mendung pun mensucikannya. Serta hati-hati (manusia) yang telah bersabar atas segala ujian pun turut memuja-Nya.
Dialah yang Maha Membangun dan Meninggikan Langit.
Dialah yang maha melapangkan bumi dan menetapkannya melalui gunung-gunung-Nya.
Kita memujinya atas segala anugerah yang terberi dan kita bersyukur pada-Nya atas segala kebaikan yang purna.
Kitapun beriman kepada-Nya dengan keimanan yang tulus.
Kita juga mengakui anugerah-Nya yang tak terhingga. Kita bersaksi bahwa tak ada Tuhan selain Dia; dengan persaksian yang jelas dimana cahaya memancarkan hidayah siang dan malam. Kita juga bersaksi bahwa pemimpin dan tuan agung Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya yang diutus dengan kebenaran yang meliputi dengan menghancurkan kebathilan, menggantinya kebathilan itu dengan kebenaran. Kita bersaksi bahwa Muhammad diutus juga untuk menerangi kegelapan dan kebodohan dengan suluh pengetahuan hingga bumipun bertaburan sinar cahaya pencipta-Nya.
Ya Allah, abadikanlah kemuliaan shalat dan salam-Mu atas Nabi yang mulia dan Rasul yang agung beserta seluruh keluarga dan sahabatnya.

Wahai hamba-hamba Allah, hendaklah kembali mentadabbur alquran yang Maha Agung.
Sungguh ia telah menunjukkan kita pada petunjuk-Nya.
Hadirkan hati kalian untuk memahami janji dan ancaman-Nya kemudian senantiasalah mentaati Tuhan kita. Takutlah terhadap murka-Nya dan lihatlah kemana orang-orang yang bergelimang harta, kemana mereka yang menjadi pemimpin antara manusia sebelumnya.
Renungkanlah segala yang terlewat itu!

Dia mengira bahwa semua tak akan berubah. Padahal semua itu hanya semu, kesemuan yang mereka rasakan ketika dihadapkan pada kematian

Wahai jiwa-jiwa yang siang dan malamnya selalu mendengar peringatan dan berbicara tentang kematian, dan telah diambil darinya anak, saudara, bahkan pasangannya, sedangkan dia masih saja berjalan meramaikan kejahatan padahal telah dekat ajalnya.


imagesource


Tahukah bahwa kau akan mempertanggungjawabkan semua pada hari dimana tiang-tiang akan berbicara segala hal semasa hidupmu, setiap langkah kakimu, dan yang tanpa sengaja keluar dari lisanmu juga akan dipertanyakan.
Wahai jiwa yang menyaksikan peringatan dengan kedua bola matanya dan mendengarkan saran kebaikan dengan kedua telinganya serta ancaman telah sampai kepadanya.
Oh ... seolah-olah kematian telah mencabutmu sebagaimana kedipan mata langit dan kau tak mampu menolaknya sekalipun dengan seluruh isi dunia, hingga kau sesali segala kelalaianmu dimasa yang tertinggal.

Kau sendiri akan menyayangkan seluruh hidupmu kemudian kau berangkat dari gemerlap dunia menuju alam kubur.
Kau tertinggal sendirian sepanjang masa seperti tawanan yang dipenjara.
Maka setelah itu, Pencipta mengembalikan seluruh raga pada jiwanya dan mengumpulkan kepingan raga itu melalui kuasa-Nya.
Diapun memanggil dengan sangkakala.
Maka terbirit-biritlah saudaramu darimu dan dia melupakan ikatan persaudaraan denganmu
lalu berpalinglah darimu sahabatmu dimasa itu tak ada kesetiaan kepadamu.

Kau akan lihat bagaimana teman-teman yang senantiasa bersamamu siang malam akhirnya menjauhimu dan kamu seorang diri menghadapi segala tragedi yang mencekam dan menyakitimu itu.
Kaupun melupakan anak-anakmu dan wanitamu hingga berlinanglah airmata penyesalan membasahi seolah memutilasi isi perutmu dan api neraka bergejolak menghampiri orang-orang durjana hingga mereka tak menemukan tempat berlindung.

Tuhan semesta membalas setiap hamba sesuai perilakunya.
Kala itu menyesallah orang yang lalai.
Pelupuk mata berderai seolah ia mengalir dengan atau dari darah.
Tuhan memerintahkan para malaikat untuk mengambil mereka.

Jembatanpun dibentangkan di tempat tersulit dan hati jiwa-jiwa yang tenang menjadi ketakutan kala timbangan amal digelar dan terjadilah perselisihan antara penjual dan pembeli di sudut tersempit, Allah berfirman: "bukankah telah kuperingatkan kepada kalian perihal apa yang telah lampau, bukankah telah kuperingatkan akibat daripada maksiat dan dosa, bukankah telah kuperintahkan untuk mengambil yang halal dan meninggalkan yang haram, dan bukankah Aku telah berjanji tentang datangnya hari ini?".

Betapa hebohnya hari itu hingga logika orang pandai dan bodoh pun tak berguna.
Maka lihatlah wahai hamba-hamba Allah, perbedaan antara orang yang beruntung dan yang celaka.
Gunakanlah masa-masa hidupmu dengan beramal baik sebab kenikmatan itu pasti sirna dan yang tersisa hanyalah celaan dan ratapan.
Wahai hamba-hamba Allah, sesungguhnya Bulan Ramadhan hendak pergi dan berlalu. Tatanan jadwal di bulan ini menjadi berantakan seolah-olah kita juga pergi menyaksikan perihal yang taat dan yang lalai maka dimanakah penyesalan atas perpisahan ini dan dimanakah kekhawatiranmu ?

Laa ilaaha illallaaah...
Sungguh betapa mulia masa antara puasa dan sahur dan betapa indahnya munajat bulan ini di pertengahan malam dan imsak.
Tidak ada yang lebih melelehkan hati daripada menyibukkan diri dengan ayat dan surat-surat.
Andaikan aku tahu tentang keagungan jiwa yang memenuhi kewajiban Ramadhan dan sunah-sunahnya, dan perihal orang yang tulus ketika ada atau tidaknya orang lain, dan perihal jiwa yang ketika puasa dia lepas dari segala gangguan dan fitnahnya, serta perihal jiwa yang mengetuk pintu taubat.

Hendaknya dirimu sampaikan selamat tinggal terhadap bulan ini dengan memperbanyak istighfar atas segala kelalaian sebab jiwa yang tak mendapat keberkahan bulan ini maka tak akan pernah mendapat kebaikan.
Wahai jiwa yang diterima oleh Tuhannya, beruntunglah dirimu dengan segala pahala, berbahagialah dirimu ketika diamankan oleh Tuhanmu.


imagesource


Dan wahai jiwa yang terusir di bulan mulia ini, merugilah dirimu saat orang baik meninggalkanmu sedang engkau hanya menjadi tawanan bantal dan guling, hingga belum sempat kau sadar bulan beranjak berlalu dan engkau masih berkutat dengan kebiasaan burukmu.
Lalu dimanakah kekecewaanmu dan rasa terbakarmu?

Wahai jiwa-jiwa saudaraku, telah tiba perginya bulan ini, betapa banyak orang yang berharap menjumpainya namun tak memungkinkan (lagi). Maka ucapkan salam terakhir untuk bulan ini dengan salam pecinta yang penuh kekhawatiran.
Salam bagimu wahai bulan yang mulia dan bercahaya.
Andaikan aku tahu dirimu, dan andaikan engkau menyaksikan kebaikan diriku selama ini... Semoga Allah merahmati jiwa yang menyiapkan diri untuk kepergianmu.
Lihatlah dimanakah orang yang bersamamu tahun lalu, bukankah mereka juga berharap menjumpaimu namun sebelum kau tiba, mereka telah dibaringkan di liang lahatnya dan yang dia bawa dari segala hartanya hanyalah kapas dan kain.
Demi Allah ia telah pergi dari tanah lahirnya, membuat keluarganya berduka dan dia menetap dalam kubur sebagai tawanan penyesalan, tak berguna apa yang dia kumpulkan semasa hidupnya sebab dia telah ditulikan oleh seruan hawa nafsu.
Ya Allah ... sempurnakan apa yang telah kami mulai dan jangan cabut dari kamu kemuliaan yang Engkau beri!
Ya Allah ... perkenalkan pada kami tentang ketuhanan-Mu dan tenggelamkan kami dalam lautan karunia-Mu.
Ya Allah ... tidaklah aku berdosa pada-Mu karena apatis akan siksa-Mu dan bukan pula karena menentang ancaman-Mu dan bukan merendahkan pandangan-Mu melainkan hamba dikalahkan oleh nafsu.
Ya Allah ... ampunilah apa yang Engkau ketahui dan jangan Engkau buka aib yang telah Engkau tutupi.
Ya Allah ... kami bermaksiat kepada-Mu dengan kebohongan, akan tetapi kami tahu bahwa kami punya Tuhan yang maha mengampuni dan tak pedulikan dosa-dosa.
Ya Allah ... akankah Engkau bakar wajah yang telah bershalat pada-Mu dan lisan yang berzikir dan berdoa?

Demi seorang yang telah menyerukan kami pada-Mu, sungguh itu tak akan terjadi!
Ya Allah ... perbaiki kami dan pemerintahan kami serta ampuni kami, orangtua kami, guru-guru kami, dan orang yang mencintai kami di jalan-Mu.
Maka curahkan rahmat dan salam-Mu pada baginda Muhammad, keluarga, dan sahabatnya.

Selamat jalan Ramadhan, izinkan kami semua menjumpaimu di tahun berikutnya!
Aku akan selalu merindukanmu


Regards,
iamrifk@iamrifk

SELAMAT JALAN RAMADHAN! | Ecency