Dalam perjalanan hidup, kita akan melewati titik-titik penting yang akan menempa mental agar lebih matang dari sebelumnya. Setiap masalah yang kita hadapi perlu disikapi dengan hal positif.
Jika manusia ditimpa suatu musibah yang begitu beratnya, sedikit banyak dia akan mengubah dirinya. Seseorang yang diberikan tantangan berat terpaksa harus mampu menyesuaikan dirinya untuk mengatasi tantangan tersebut.
Jika manusia hidup tidak pernah ditimpa kesulitan sedikitpun di dunia, tentu akan menjadi sombong dan takabur. Dan setiap manusia tidak selamanya hidup sebagai bayi yang selalu mendapatkan semua hal yang diinginkannya.
Kedewasaan selain dibentuk oleh pribadi masing-masing, juga dibentuk oleh pengaruh dari luar. Semua yang dia lihat, semua yang dia alami, semua yang dia rasakan, secara langsung atau tidak langsung akan mempengaruhi dirinya dan membentuk kedewasaannya.
Jika dia mampu melewati suatu musibah dengan baik, berarti Kematangan dirinya akan bertambah . Jadi jalani segala musibah dengan sebaik mungkin, anggaplah itu sebagai ujian untuk meningkatkan Iman, kelas, atau derajat kita di mata Sang Pencipta.
Kehidupan akan berputar, mungkin seseorang yang telah berada di atas akan diputar hingga berada dibawah. Semua itu bukan dimaksudkan untuk menjatuhkan manusia itu, melainkan untuk mengobati hatinya yang mulai sombong. Dengan diberi musibah, sebenarnya Yang Maha Kuasa ingin memperbaiki diri kita. Ingin melindungi diri kita agar tidak tercemari oleh penyakit-penyakit yang dapat mengikis Iman maupun pahala kita.
Jika kita mampu melewati musibah dengan baik, tidak melupakan-Nya, tidak menggerutu, mampu terus menjalani hidup dengan baik. Dia harus harus belajar menerima keadaan, belajar mengatasi masalah dan menjadi dewasa. Terimakasih. Disaster as self maturation