Filosofi Laba-Laba dalam Islam

Words
638
Reading
3 min
Listen
Play
9y

Anda pernah melihat laba-laba? Tentu, karena semua orang pasti pernah melihat laba-laba. Anda pernah memperhatikan laba-laba? Mungkin hanya sebagian orang yang pernah memperhatikan laba-laba, bagaimana ia membuat rumah atau sarang, mendapatkan makanan, serta gerak-gerik laba-laba. Lebih-lebih orang pasti sangat jarang yang mengetahui keistimewaan laba-laba ini. Laba-laba memang makhluk yang sangat istimewa, tak ada satu makhluk pun yang seperti laba-laba. Dengan ini kita bisa memetik pelajaran bahwa kita bisa belajar menjadi manusia yang lebih baik dengan cara meniru kehidupan laba-laba.

image

Sebelum kita membahas lebih jauh tentang keistimewaan laba-laba, anda bisa membaca penjelasan tentang laba-laba di situs Wikipedia.

Kembali ke pembahasan tentang keistimewaan laba-laba, apa sebenarnya filosofi yang terkandung dalam kehidupan laba-laba ini, setidaknya saya menemukan empat keistimewaan dari kehidupan laba-laba yang bisa diterapkan dalam kehidupan manusia yang bisa membawa manusia itu sendiri menjadi lebih baik dan bermanfaat. Keempat keistimewaan atau filosofi kehidupan laba-laba itu benar-benar bisa membawa manusia kepada kesuksesan di dunia bahkan sampai di akhirat.

image

Filosofi laba-laba yang Pertama adalah:

  • Punya Sumber Daya.

Hanya laba-labalah satu-satunya makhluk di dunia yang bisa mengeluarkan sesuatu dari dalam dirinya yang sangat bermanfaat bagi kehidupannya, sehingga untuk membuat rumah atau sarang ia tak membutuhkan benda lain dari yang ia punyai sendiri. Dari sini kita musti bisa mengambil pelajaran yang sangat berharga ini, kita harus bisa menemukan dan menggali potensi yang ada pada diri kita, sehingga dengan potensi itu kita akan bisa meraih kesuksesan tanpa harus bergantung pada orang lain. Hukum alam sudah berbicara, siapa yang lebih butuh dialah yang harus mengeluarkan biaya yang lebih mahal.

Filosofi laba-laba yang kedua adalah:

  • Tawakkal.
    Ternyata laba-laba adalah binatang yang paling bertawakal didunia ini. Ia hanya membuat rumah atau sarang karena memang hanya itu yang bisa dilakukan olehnya sebagai pemberian dari Tuhan. Setelah ia membuat rumahnya ia hanya pasrah menunggu di sarangnya untuk menanti rezeki dari Tuhan. Tapi beda dengan kita, kalau kita sebagai manusia harus bertawakkal disertai dengan ikhtiar.

Kepada binatang saja Tuhan akan memberi rezeki yang cukup apa lagi kita sebagai manusia yang jelas memperoleh kesempurnaan dibanding makhluk lainnya dari Tuhan.

Filosofi laba-laba yang ketiga adalah:

  • sabar.
    Mungkin sebagian dari kita tak pernah berpikir kalau laba-laba itu juga binatang yang paling sabar di dunia, sepanjang hari ia hanya menunggu rezekinya di sarangnya, ia sabar menanti keadilan dari Tuhan seperti yang telah dijanjikanNya bahwa Dia yang menciptakan makhluk dan akan memberi rezeki terhadap makhluk-makhluk yang telah diciptakanNya. Kesabaran kita dengan laba-laba sangatlah berbeda, kesabaran kita lebih luas, tak hanya dengan urusan rezeki namun jauh lebih luas lagi.

Filosofi laba-laba yang Keempat adalah:

  • Punya kemampuan yang tak dimiliki oleh yang lain.

Sudah diterangkan di atas bahwa hanya laba-labalah yang punya sesuatu di dalam dirinya dan dapat bermanfaat untuk kehidupannya yaitu serat-serat yang bisa dibuat menjadi sarangnya. Lantas apa yang bisa kita ambil dari pelajaran ini? Hukum alam kembali berkata siapa pun yang punya kemampuan atau keahlian yang tak dimiliki oleh orang lain namun bermanfaat pasti akan didatangi dan dimintai bantuan oleh orang-orang yang membutuhkannya. Dan orang lain yang membutuhkan itu pasti rela untuk membayar mahal dengan apa yang kita punyai tersebut. Sang laba-laba memanfaatkan potensi yang dimilikinya yang tak dimiliki oleh yang lain, dan apa yang terjadi? Setiap hari ia mendapat rezeki yang cukup tanpa ia harus mencarinya kesana-kemari.

Jika anda punya kemampuan dan keahlian yang tak banyak dimiliki oleh orang lain tersebut niscaya anda akan didatangi oleh orang-orang untuk meminta jasa anda, dan anda pun tak perlu untuk berjalan jauh mencari lowongan dan melamar pekerjaan yang sebenarnya hanya berupa Pemberi Harapan Palsu, dan tentu dengan keadaan seperti itu anda akan mendapat penghasilan yang besar, dan bahkan anda punya peluang menentukan berapa penghasilan yang anda inginkan, kuncinya hanya satu yaitu punya kemampuan dan keahlian yang tak banyak dimiliki oleh orang lain.

Kesimpulan:

Milikilah kemampuan atau keahlian yang tak dimiliki orang lain, niscaya rezekimu akan datang menghampirimu tanpa harus kesana dan kemari untuk mencarinya bak seekor laba-laba.

Filosofi Laba-Laba dalam Islam | Ecency