Adakah yang lebih suci dari Tuhan? Ada.
Tersebutlah dalam hidup ini kita kerap bertemu dengan orang-orang yang berani menghakimi. Nekad betul dan begitu cepat membuat klaim hukum kepada siapa saja yang berseberangan dengannya dan kelompok sepemahamannya. Dan mereka kerap menggunakan satu kata 'autokafir'. Adakah istilah itu kemudian berkelindan secara tak kasat bahwa mereka juga mengklaim diri "autosuci"? What the...
Entah sebab apa kemudian ada saja dari kita yang menjadi penghujat. Merasa seolah bersih sehingga rasa-rasanya semakin menyaingi atau bahkan melebihi Tuhan. Atas segala perkara. Begitu cepat kita menuduh dan mengambil keputusan bahwa yang orang lain lakukan bila tak sesuai dengan kita punya selera, konon lagi tidak benar, harus dihukum atau diperkarakan. Bahwa kitalah, jalan pikir kitalah, cara hidup kitalah yang benar dan sesuai dengan kaidah yang telah ditetapkan alam.
Sementara ketika orang berbuat salah, cepat-cepat pula kita (seolah) berharap agar ia diberikan ganjaran oleh Tuhan. Kita menyebutnya hukuman atau karma. Bahwa pembalasan itu ada, tentu benar. Tapi terkadang Dzat yang maha penyayang memberikan hamba-Nya berupa-rupa pintu kesempatan untuk pulang ke peluk kebenaran. Dan ketika Tuhan mengucap "Kun" untuk seorang bajingan, lalu ia menjelma sebaik-baik insan, bisa apa kita yang sama-sama ciptaan?
Begitulah, jika Tuhan menakdirkan untukmu sekuntum mekar mawar, tak 'kan ia berpindah ke lain tangan. Percayalah pada Tuhan dengan segala kebenaran yang nyata dan yang Ia sembunyikan. Bukan pada manusia yang asal beda pemikiran segera menuduh orang lain sesat, tak beriman, budak laku haram, dan calon penghuni jahannam. Nauzubillah[]