Selamat siang semua, kerja keras dan kerja cerdas mana yang lebih menguntungkan?
Dan mana yang anda pilih? Samakah dengan pilihan saya? Atau kita hiraukan saja?
Saya pikir itu pilihan konyol, aku sendiri belum bisa menentukan yang mana yang harus saya pilih? karena sejauh ini saya sendiri masih tetap pegang kedua prinsip itu. Tidak hanya di depan handphone tapi dalam keseharian mengayuh pedalku pun harus memakai strategi. Terlalu berlebihankah ucapanku? Maaf karena siang ini aku sedang terlalu semangat bercerita tentang kejadian siang ini aku alami, yang saya rasa semua ini karena kesalahanku sendiri.
Sesudahnya anak-anak pergi, menyalahkan diriku sendiri, kenapa tadi siang aku hanya mengandalkan ototku? Aku yang merasa super sehat hari ini aku jadi merasa sombong, Aku jadi malas mencari celah, dan begini jadinya. Anak-anak yang jadi perburuanku mereka serentak meninggalkan sekolah lebih awal dari jam biasanya.
Penyesalanku seolah terlambat. Mungkin kalau sedari pagi aku lebih disiplin waktu, aku tak akan tertinggal kesempatan ini, bukan hanya kesempatan dapat uang lebih banyak tapi hari ini aku juga kehilangan kesempatan memosting lebih cepat karena ditempat ini aku biasa menulis sambil menunggu anak-anak membeli dagangan saya.
Nasib oh nasib, yah biarlah masih ada hari esok yang lebih cerah. Aku tak mau tenggelam dalam penyesalan. Sedapatku aku harus cari peluang kali ini, walau pun hanya gambar perpisahan lumayanlah untuk isi dompetku yang masih kosong.
Berikut beberapa gambar yang aku ambil saat bubaran sekolah.
"Selamat jalan anak-anak, hati-hati di jalan!"
"Langsung pulang, jangan keluyuran. Jangan bikin cemas orang tuamu"
Terima kasih buat anda yang telah meluangkan waktunya untukku.