Perjalanan Setubuh

Words
107
Reading
1 min
Listen
Play
9y

FB_IMG_1520623744051.jpg

tak perlu kau sibuk tentukan arah
mata angin menunjuk dimana-mana
timur hilang di jemarimu
barat lesap di tengkukmu

lidah itu adalah utara tersembunyi
menuntunku ke sepasang mata selatan

"asal tiada tengkar, teruslah berjalan
dari hutan hingga hiruk-pikuk pasar"

kemas bibirmu sebagai bekal
agar kita kekal tak saling mangsa
sebab dalam perjalanan
kematian selalu buntuti

"tentu kau tak ingin mati
di persimpangan bukan?"

biarkan luka tertancap
di kepala yang terbenam
untuk kita redam ketika malam kian berdenyut.
saat nadi di pergelanganmu
mulai pelan
kita memilah,
mana airmata
mana peluh
karena keduanya muasal dari dada.

Bengkulu, Maret 2018

Foto: koleksi pribadi (lakon "Manusia di Persimpangan" oleh Komunitas Mantra, 2014)