Selamat datang di Peunayong Banda Aceh.
Hari ini saya dengan @oviyandi "wet-wet" (mutar-mutar) kota Banda Aceh, sambil mencari menu berbuka puasa. Dan kami berhenti sebentar di pasar penayong.
Pasar itu adalah pasar tradisional terbesar setelah Pasar Aceh. Sebagai kawasan pasar tradisional, semua kebutuhan pun dapat didapatkan di sini. Dari dulu sebenarnya Peunayong terkenal dengan pasar ikan. Tempat di mana kapal-kapal nelayan menepi di sepanjang tepian sungai Krueng (sungai) Aceh. Jika ke sana di waktu pagi maka kita akan menemukan bau amis dari pasar ikan yang khas.
Dari penayong kita beralih ke belakang Mesjid Raya Banda Aceh. Dan di sana para penjual menu berbuka puasa berbanjar dari jalan Mohammad Jam, masuk ke jalan Pulo Teungku di baroh, hingga tembus ke jalan Imam Bonjol.
Tiga hari sudah kita melalui bulan suci Ramadhan. Suasana pasar di bulan ini memang begitu semarak. Banyaknya penjual makanan dan minuman berbuka adalah sebuah keunikan sendiri dalam bulan ini.
Dan kali ini saya mengambil beberapa foto di pasar dadakan saat berbelanja menu berbuka. Di sana para penjual makanan dan minuman berbanjar di sisi kiri-kanan jalan sampai ke ujung jalan Simpang Jam. Suasana ramai membuat jalan sesak dengan pembeli. Para gadis-gadis cantik dengan ramah memanggil para pejalan kaki untuk membeli dagangannya. Ada leumang, mie caluek, martabak, tape, putu, es teler, es campur, pecal, bakwan panas, risol, juga air tebu. Pokoknya serba lengkap. Dan harganya murah terjangkau.
Bagi teman-teman steemian di luar Aceh, itu tadi saya ingin berbagi beberapa foto suasana bulan puasa di Banda Aceh. Bagaimana Suasana puasa di tempatmu?