Berkenalan dengan Kanker

Words
293
Reading
2 min
Listen
Play
8y

Korelasi Kadar Asam Lemak Omega-3 Plasma terhadap Massa Otot dan Kekuatan Genggam Pasien Kanker Kepala Leher dengan Radioterapi

kanker.jpeg
Photo Tips Kesehatan Alami

Penelitian ini merupakan penelitian potong lintang di Departemen Radioterapi Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta, yang bertujuan untuk mengetahui korelasi antara kadar asam lemak omega-3 terhadap massa otot dan kekuatan genggam pada subjek kanker kepala leher yang mendapatkan radioterapi.

Kaheksia kanker sering terjadi pada kanker kepala leher akibat peningkatan sitokin proinflamasi yang menyebabkan hipermetabolisme, peningkatan kebutuhan nutrisi, anoreksia, penurunan massa otot dan berat badan. Asam lemak omega-3 berperan dalam menurunkan inflamasi, meningkatkan massa otot, dan kekuatan genggam.

kanker2.jpeg
Photo: Sehatcenter

Dari 52 subjek yang sudah mendapatkan radioterapi ≥25 kali, 57% adalah laki-laki dengan rerata usia di atas 50 tahun. Lokasi kanker paling banyak di area nasofaring, sebagian besar sudah berada pada stadium IV dan mendapatkan kombinasi radioterapi dan kemoterapi. Sebesar 38,5% dan 32,7% subjek berada pada kategori indeks massa tubuh normal dan kurang.

Data yang diperoleh dari penelitian ini dapat memberikan gambaran kurangnya asupan energi, protein, lemak, dan asam lemak omega-3, serta massa otot sebagian besar subjek yang tergolong kecil (28,4±4,7%), dengan kekuatan genggam sebagian besar subjek tergolong normal, dan kadar asam lemak omega-3 plasma seluruh subjek yang tergolong rendah (2,5±0,8%).

kanker3.jpeg
Photo: Solusi Kesehatan

Data tersebut menunjukkan adanya masalah nutrisi pada pasien kanker kepala leher. Terdapat korelasi yang kuat antara kadar asam lemak omega-3 plasma terhadap massa otot (r =0,6, p <0,05) dan kekuatan genggam (r =0,8, p <0,001) pada subjek kanker kepala leher yang mendapatkan radioterapi pada dosis >60‒70 Gy, dan tidak terdapat korelasi antara kadar asam lemak omega-3 terhadap massa otot dan kekuatan genggam pada subjek dengan dosis >50‒60 Gy dan 50 Gy.

Saya dedikasikan penelitian ini, untuk kemajuan ilmu nutrisi bagi pasien kanker yang berjuang selama menjalani radiasi, karena hidup harus diperjuangkan, semangat selalu, kalian menjadi inspirasi bagi saya selama bertugas merawat

Salam, elfinarachmi@elfinarachmi
348B9C5F-C5B8-4A66-A62F-515B9D143A32.jpeg