Akses yang sulit serta fasilitas yang minim, menjadikan Desa Sikundo kerap ditinggali warga penghuninya. Padahal desa yang terletak di Kabupaten Aceh Barat itu menyimpan pesona alam yang indah. Pemerintah dituntut harus memperhatikan kawasan ini.
Desa Sikundo, sebuah desa kecil yang terdiri hanya 30 kepala keluarga. Desa yang terletak bagian utara Kabupaten Aceh Barat, kini bagai tak berpenghuni. Tak ada fasilitas kesehatan, listrik dan fasilitas lainnya di desa ini.
Menurut cerita warga, beberapa tahun lalu desa sikundo adalah desa yang ramai. Jumlah penduduk desa bahkan mencapai ratusan kepala kelurga. Namun akibat sulitnya medan menuju desa akhirnya membuat sebagian warga meninggalkan sikundo.
Di desa ini terdapat sebuah sekolah dasar, lokasinya berada di dusun seberang. Orang tua siswa mengeluhkan betapa bahaya melewati jembatan tali baja bagi anak-anak yang menuju sekolah.
Beberapa tahun lalu akhirnya sekolah ditingggalkan. Kini SD Negeri Sikundo hanyalah bangunan kosong yang tidak terawat. Akses yang sulit telah menjadi hambatan bagi anak-anak desa untuk meraih pendidikan.
Desa yang berjarak 13 kilomerer dari pusat Kecamatan Pante Ceuremen, hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki. Warga harus menyeberang sungai sebanyak empat kali, dan arus yang sangat kencang. Jembatan tali baja satu-satunya akses penghubung menuju Sikundo.
Jembatan tali baja penghubung desa dengan panjang 30 sampai 60 meter di buat secara swadaya oleh warga. Warga melintas di jembatan ini tanpa menggunakan pengamanan apapun. Padahal kedalaman sungai mencapai 3 meter, dan arus yang begitu kuat bisa menelan siapa saja yang jatuh. Jembatan tali baja ini telah di gunakan warga selama puluhan tahun.
Warga berharap pemerintah membangun jembatan yang layak penghubung ke desa sikundo. Pembangunana jembantan yang layak sudah lama di janjikan bagi warga Sikundo, namun sampai hari ini realisasinya belum juga terlihat. jembatan menjadi nadi bagi kehidupan warga Sikundo.