Berbicara Parapat Simalungun tidak akan habisnya karena kawasan ini terkenal dengan pariwisata Danau toba, untuk menuju ke lokasi ini dibutuhkan waktu 7-8 jam perjalanan dari Kota Medan. setiap tahun ribuan wisatawan baik lokal maupun luar negeri berkunjung ke kawasan ini.
Danau ini diperkirakan memiliki panjang sekitar 100 km dan luas sekitar 30 km, serta memiliki kedalaman hingga 505 meter (1.666 kaki). (sumber: Wikipedia.com)
Danau toba terbesar di Asia Tenggara ini diapit oleh bukit barisan yang hijau ditambah lagi dengan udara yang dingin mencapai 25 celcius menjelang sore hari menjadi daya tarik sendiri bagi wisatawan, Begitu juga dengan masyarakat sekitar yang sangat ramah terhadap wisatawan. Pengunjung tidak perlu takut denganberbagai ancaman kriminalitas saat berjalan-jalan pada malam hari, karena masyarakat sekitar memberi kenyamanan dan kedamaian bagi pengunjung.
Menjelang sore hari beserta rombongan tiba dilokasi setelah menempuh perjalanan panjang dengan Bus Pariwisata yang hampir 8 jam dari Kota Medan membuat kepala pusing dengan belok-belokan, akhirnya terbayar sudah ketika dari atas bukit menyambut kami dengan tulisan Horas dan nampak begitu indah pemandangan danau bercahaya seperti kaca yang kena pantulan matahari.
Bagi saya danau ini memang sudah tidak asing lagi, keempat kalinya saya menginjak kaki ditanah Simalungun, namun pemandangan alam dan berbagai wahana yang indah yang membuat saya tidak pernah bosan mengabadikan moment disini. Selain itu berbagai event budaya juga rutin digelar disini untuk memikat wisatawan.
Saya melihat Pemerintah daerah setempat sangat peduli dengan pariwisata selain bisa menambahkan
Pendapatan Asli Daerah (PAD), juga bisa meningkatkan perekonomian masyarakat lokal yang bekerja diberbagai sektor.
Nah, sekian dulu cerita kami di Danau toba besok akan saya ceritakan perjalanan ke Pulau samosir yang merupakan jantung bagi suku batak serta belajar monotor di Sigale-gale.