"I want to be your friend tonight Let me land on your shoulders." This is my imagination when a dragonfly spear dragon perched on my right shoulder.
Before that, I did not notice there was a dragonfly on my body. Thursday night, I was busy monitoring corporate email while writing the content for steemit, at SMEA coffee shop where @anwarabdullah work and our place every day drinking coffee. I just realized there was a dragonfly on my body when I was about to pay coffee to the cashier.
Aan a.k.a @anwarabdullah smiled. "There's a dollar perched on his shoulder," Aan joked. I smile but let the dragonfly remain on my shoulders.
Aan is known friendly with all the customers, then persuade me to immortalize this moment. At first I was not very responsive. However, a few seconds later I tried selfie with dragonfly on the right shoulder. A little difficult to capture this moment because in fact I rarely selfie. Do not want to look narcissistic and overacting. Moreover, customers are busy at the coffee shop.
Aan who saw me having trouble photographing then offering services. "Let me take your picture," Aan said, grabbing my smartphone politely.
Here is my moment with the dragonfly tattoo spear which became my coffee friend last night:
Dragonflies are Important for Life
Dragonflies are predatory animals that have compound eyes of 30,000 facets. Large dragonfly eyes dominate the head of this insect. Dragonflies in scientific language called Odonata, capable of catching a flying mosquito.
This insect is equipped with a sharp jaw that is able to cut off the head of another insect. Dragonflies are also capable of flying backwards and have the ability to tear their prey in the air. Fortunately, the jaws of the dragonfly can not tear our flesh so it is not harmful to humans.
Although dragonflies are predatory and even cannibal insects, Odonata is actually very important for human survival. Dragonflies live in nearby habitats with clean water. This flying insect also acts as a bio-environmental indicator. The presence of a dragonfly in our environment signifies the potential for clean water.
Why?
Referring to Tabita Makitan, a researcher from Indonesia Dragonfly Society (IDS), as quoted by Mongabay, dragonflies are insects that lay their eggs in water. These dragonfly eggs then become nymphs or insects that live in the water. Nimfa dragonfly is known to be very sensitive to pollution, thus helping humans to mark the water content in the surrounding environment.
When an adult dragonfly there are several species that can only live in the forest or natural waters and the existence of the dragonflies that can be a sign. (Source: Mongabay)
Dragonflies, as I wrote at the beginning of this story, are predators. These insects have a big role in the agricultural sector because they feed on plant pests such as aphids and aphids.
In addition, dragonflies are also useful for the ecosystem because it becomes a natural predator for mosquitoes.
"Dragonflies are easily identifiable, they are very sensitive to change including climate, each species has a different distribution, and they multiply relatively quickly ... Climate change is one of the four main causes for diminishing diversity of dragonflies. Chemistry, biological invasion, and loss of pollinators, only the latter cause is not a direct cause," Jeffrey A. McNeely wrote in the introduction to the journal BioRisk. (Source: Mongabay)
After Aan captured the moment with the dragonfly, I approached Tarmizi A Hamid. This man is a collector of manuscripts in Aceh. He was currently confused activating the steemit account. Though his account has been registered since June 2017 ago. I try to help as much as possible to activate the men's steemit account which is often called Cek Midi.
Moreover men in their 50s forget the user account to log into steemit stored where. While the dragonfly tombak lance is still faithful to accompany me on the right shoulder. Until finally Aan came and drove the big-eyed predator.[]
Pertemanan Singkat Saya dengan Capung
"Aku ingin menjadi teman kamu malam ini. Izinkan aku hinggap di bahu kamu." Ini adalah imajinasi saya ketika seekor capung tombak loreng hinggap di bahu kanan saya.
Saya tidak memerhatikan ada seekor capung di tubuh saya. Kamis malam, saya sedang asyik memantau email perusahaan sembari menuliskan konten untuk steemit, di warung kopi SMEA tempat @anwarabdullah bekerja dan tempat kami saban hari menenggak kopi. Saya baru menyadari ada seekor capung di tubuh saya ketika hendak membayar uang kopi ke kasir.
Aan a.k.a @anwarabdullah tersenyum. "Itu ada dolar hinggap di bahunya," kata Aan berkelakar. Saya ikut tersenyum tapi membiarkan saja si capung tetap hinggap di bahu saya.
Aan yang dikenal ramah dengan semua pelanggan, kemudian membujuk saya untuk mengabadikan momen ini. Awalnya saya tidak begitu menanggapi. Namun, beberapa detik kemudian saya coba selfie dengan capung di bahu kanan itu.
Sedikit kesulitan mengabadikan momen ini karena sebenarnya saya jarang sekali selfie. Tidak ingin kelihatan narsis dan overacting. Apalagi pelanggan sedang ramai di warung kopi.
Aan yang melihat saya kesulitan memotret kemudian menawarkan jasa. "Izinkan saya memotret anda," kata Aan, sembari meraih smartphone saya dengan sopan.
Beginilah momen saya bersama si capung tombak loreng yang menjadi teman ngopi saya tadi malam:
Capung Penting untuk Kehidupan
Capung merupakan hewan predator yang memiliki mata majemuk 30.000 segi. Mata capung yang besar mendominasi bagian kepala serangga ini. Capung dalam bahasa ilmiah disebut Odonata, mampu menangkap seekor nyamuk yang sedang terbang. Serangga ini dilengkapi dengan rahang tajam yang mampu memenggal kepala serangga lainnya. Capung juga mampu terbang mundur dan memiliki kemampuan mengoyak mangsa di udara. Untung saja, rahang capung tidak mampu merobek daging kita sehingga tidak berbahaya bagi manusia.
Meskipun capung adalah serangga predator dan bahkan kanibal, Odonata ini sebenarnya sangat penting untuk kelangsungan hidup manusia. Capung hidup di habitat yang tidak jauh dengan air bersih. Serangga terbang ini juga berperan sebagai sebagai bio-indikator lingkungan.
Keberadaan capung di lingkungan kita menandakan adanya potensi air bersih. Kenapa?
Merujuk keterangan Tabita Makitan, seorang peneliti dari Indonesia Dragonfly Society (IDS), seperti dikutip Mongabay, capung merupakan serangga yang bertelur dalam air. Telur-telur capung ini kemudian menjadi nimfa atau serangga yang hidup di dalam air. Nimfa capung diketahui sangat sensitif terhadap pencemaran, sehingga membantu manusia untuk menandai kandungan air bersih di lingkungan sekitar.
Saat menjadi capung dewasa ada beberapa jenis yang hanya bisa hidup di hutan atau perairan alami dan keberadaan capung-capung tersebutlah yang dapat menjadi pertanda. (Sumber: Mongabay)
Capung, seperti yang saya tuliskan di awal cerita ini, merupakan predator. Serangga ini memiliki peran besar di sektor pertanian karena memakan hama tanaman seperti kutu daun dan wereng. Selain itu, capung juga berguna bagi ekosistem karena menjadi predator alami untuk nyamuk.
"Capung mudah diidentifikasi, mereka sangat sensitif terhadap perubahan termasuk iklim, tiap spesies memiliki distribusi berbeda-beda, dan mereka berkembang biak relatif cepat... Perubahan iklim termasuk salah satu dari empat penyebab utama berkurangnya keragaman capung. Tiga penyebab lain adalah penggunaan bahan kimia, invasi biologis, dan hilangnya penyerbuk. Hanya penyebab terakhir yang bukan sebagai penyebab langsung," tulis Jeffrey A. McNeely dalam pengantar jurnal BioRisk. (Sumber: Mongabay)
Setelah Aan mengabadikan momen bersama capung, saya menghampiri Tarmizi A Hamid. Lelaki ini merupakan seorang kolektor manuskrip di Aceh. Dia saat itu sedang kebingungan mengaktifkan akun steemit. Padahal akun miliknya sudah terdaftar sejak Juni 2017 lalu.
Saya mencoba membantu sebisanya untuk mengaktifkan akun steemit milik pria yang kerap disapa Cek Midi tersebut. Lagipula pria berusia 50-an ini lupa user akun untuk login ke steemit disimpan dimana. Sementara capung tombak loreng masih setia mendampingi saya di bahu kanan. Hingga akhirnya Aan datang dan mengusir si predator bermata besar itu.[]
Reference: