I'm Happy in Steemit

Words
225
Reading
1 min
Listen
Play
8y

Pagi ini memang agak panas, walau pun tadi malam daerah aku tinggal baru saja di guyur hujan, sejak kemarin kami di sebuah warung kopi ini terus saja membahas Steemit. berbagai pengalaman dicurahkan teman-teman di KSI Barsela.

Setelah kemarin, kami di KSI Barsela kedatangan tamu dari Aceh Jaya nuryriana@nuryriana, pagi ini kembali seorang sahabat steemian yang sangat baik hati mengampiri kami, wal.wal@wal.wal, ia menyempatkan diri untuk bersilaturahmi dengan teman-teman steemian di Barat Selatan Aceh ini. Rupanya wal.wal@wal.wal ini gudangnya ilmu dibagian steemit ini.

Meski pun baru berjumpa, keakraban terlihat seperti keluarga yang sudah lama tidak pernah bertemu. agusnovic@agusnovic, dicky@dicky, danialves@danialves , memang sangat mulia dalam penerimaan tamu yang datang. Selain mereka kali ini ada steemian sudirmanz@sudirmanz, yang merupakan orang-orang perintis steemit di Meulaboh.

"orang lama belum tentu memiliki reputasi tinggi. Yang paling penting bagi stemian adalah serius dalam menulis hal-hal yang bermanfaat bagi orang lain. Kami benar orang lama tapi reputasinya masih rendah"kata sudirmanz@sudirmanz sambil tersenyum.

Saling berbagi pengalaman dan ilmu memang sudah suatu kewajiban meski pun tidak dianjurkan dalam steemit. tetapi begitu lah kira-kira, wal.wal@wal.wal, menceritakan bagaimana pengalamanya ketika awal bergabung di steemit seperti cara mempekenalkan diri, hal yang sama juga dibicarakan agusnovic@agusnovic dengan nada kecil ia menuturkan ketika pertama masuk di steemit tidak mengerti apa pun, namun seiring waktu pengalamannya terus bertambah, pagi menjelang siang, perut mulai keroncongan diskusi akan dilanjutkan nanti malam. hehehehehe

I'm Happy in Steemit | Ecency