Negeri Para Bedebah

Words
176
Reading
1 min
Listen
Play
9y

Inilah Negeri "Negeri Para Bedebah" di penuhi oleh manusia2 yang serakah. Perjuangkan kebenaran, perjuangkan keadilan. Kezaliman perlu di lawan. Penindasan perlu di hancurkan. Allahu Akbar. Allahu Akbar.

Begitulah Mukidi menutup orasinya di depan jutaan demonstan yang ikut dalam Aksi Menolak beberapa kebijakan pemerintah.

Mukidi hanyalah satu dari sekian banyak rakyat yang merasa tertipu. Tertipu dengan harapan dan janji janji yang begitu mudahnya di ingkari.

Pernah di suatu ketika. Ketika hampir semua wartawan bungkam tidak berani mengkritisi apa lagi bertanya dengan pertanyaan yang menyudutkan pemerintah, hadirlah Mukidi tanpa peduli sama sekali dengan beraninya bertanya "Apakah memang visi dan misi dulu itu hanya untuk di presentasikan dengan point2 yang kelihatannya merakyat namun pada implementasinya membuat melarat rakyat?

Resmilah Mukidi di hari itu menjadi sosok yang di perbincangkan di berbagai macam media. Perbincangan itu tidak hanya terkait pertanyaan kritis Mukidi. Namun, jauh dari itu banyak orang merisaukan masa depan Mukidi. Jangan-jangan besok lusa ia akan di masukkan ke dalam penjara atau malah hilang begitu saja. Tidak heran di saat itu hal2 seperti itu sering terjadi di setiap sudut kota.

image

Negeri Para Bedebah | Ecency