* dan kulewati mentari pagi lalu kuhadapi terik siang
hingga senja menghampiri kisahku.. tiba kini harus ku pahami.
bahwa kemaslahatan yang sesungguhnya tentang diri ini
dan mencari untuk apa hakikat mata dan semua indraku ini
meski sulit untuk mengis sebab gelap mulai pengapnya mata hati
entah karena hebatnya mereka bisa mengubah.
hingga ku ketepian menikmati sungai jernih di antara bebatuan.
hingga aku hampir tenggelam..
padahal ku di berada di keruhnya sungai yang dalam.
lalu aku tertawa karenanya bahkan sempat bangga.
entah karena nafsuku sebagai manusia
saat itu tidak sadar harus menghamba pada Tuhan
lalu ingin memiliki semuahal yang semu belaka..
hingga kesombongan itu hancurkan nurani dan jiwaku
dan akupun ingin dilihat oleh sesama seolah olah aku ini Menghamba padahal aku sahayanya iblis.
Berteriak teriaklah jiwa,meronta rontalah sukma
karena takut akan neraka…! padahal tetap berpura pura
lalu menangis lalu menyesal…! padahal masih berpura pura.
karena hati ini memang telah di tutup oleh Allah.
ya Allah aku tidak ingin menjadi makhluk yang sampai seperti itu….
Terangkanlah hati Hamba,dan peluk Hamba sampai menangis.