Kebahagiaan masa kecil harus dipenuhi agar tidak gagal paham atau gagal fokus ketika dewasa, main karet, main kelereng, main kasti sampai bola ditanah becek ketidak hujan tiba, begitu indah masa kecil, tidak ada batasan dan tidak ada larangan, main hujan menjadi sesuatu yang sangat nikmat bersama teman-teman, loncat kesungai sambil memegang pundak kawan, pundak kawan menjadi satu yang memberi aba-aba.
Tidak ada rasa jenuh, tidak ada pertengkaran serius, hanya canda yang dipancarkan, suasana damai dibangun agar pertemenan tetap terjalin dengan baik, tidak ada yang diperebutkan dan tidak ada mendahalui, hanya saja siapa bertahan dalam derasnya hujan, menjadi penyemangat untuk kawan-kawannya kedinginan.
Ketikan sudah mulai mengigil, tidak juga berhenti mandi dalam sungai, loncat dengan berbagai macam gaya, tidak ada dalam teori bahwa mandi dalam sungai agak dalam harus pakai baju pelampung agar tidak tenggelam.
Anak dikampung tidak mengenal baju pelampung, semua dilakukan alamiah saja, tidak ada yang mengajarkan mereka berenang dengan baik, hanya asal loncat dan minum air sedikit habis perkara.
Maka berbahagialah yang sempat menikmati masa kecil dikampung, biarpun sering di ejek anak kampung oleh anak kota, kami dikampung penuh dengan permainan alam, bukan permainan ala online.