Risalah malam sebelum hilang.
Pada dasarnya dalam diri kita ada segenggam hati. Yang manakala dirilah menjadi pengemudi, seringkali kita lupa untuk sedikit ingat tentang nikmat. Seringkali kita lalai sedikit istigfar agar hati tak bergetar. Cobaan lalu lalang melewati setiap insan. Datang bertandang pergi membawa perih. Sejatinya nafsu didialam diri pemati hati yang harusnya milik ilahi. Kita sibuk mengurusi apa yang tak berfungsi. Mengumpulkan apa yang tak pernah kita bawa pulang. Alasan nyaman atau kebutuhan alasan belajar atau kesukaan. Sebaliknya, kita membenci apa yang baik tanpa kita selidik. Tidak nyaman dengan keseriusan dibalik bilik skenario cobaan dari tuhan. Sebab musabab hanya pelengkap ketika kita mau menjadi hebat. Memerankan si baik hati seperti paranl nabi. Lalu jadi iblis yang penuh trik intrik untuk keuntungan sendiri. Mari kita berlindung mengikuti garis tuhan maha agung. Selalu bersyukur tanpa lupa merangkul. Salam risalah malam.