Marhaban ya Ramadhan, hari pertama menjalani puasa Ramadhan. Akhirnya masih merasakan juga bertemu dengan bulan yang sangat mulia ini. Dan ini merupakan suatu nikmat yang amat besar diberikan oleh Allah untuk masih dapat menjalani ibadah dibulan puasa tahun ini.
Adzan, biasanya suatu hal lumrah bagi kami warga Indonesia dalam kehidupan sehari-hari. Karena bangsa ini merupakan salah satu bangsa terbesar didunia yang mayoritas penduduknya memeluk agama Islam. Jadi mendengar adzan yang lantang untuk kami adalah hal biasa, malah menjadi tidak biasa jika tidak pernah mendengar adzan dalam kehidupan sehari-hari. Karena adzan adalah sebuah seruan untuk umat muslim agar segera melaksana ibadah sholat wajib berdasarkan waktu ketika adzan dikumandangkan.
Adzan akan diserukan pada waktu-waktu pergantian waktu, ketika menjelang fajar atau ini disebut waktu Shalat Shubuh, tergelincirnya Matahari ke arah barat artinya memasuki Shalat Dzuhur, Lalu Shalat Ashar dimana ini menandakan akhir dari Shalat Dzuhur yaitu ketika bayangan suatu benda lebih panjang dari obyeknya dan waktu Ashar berakhir ketika Matahari terbenam dan ini menandakan waktu Shalat Magrib telah tiba hingga hilangnya cahaya merah (syafaq), dan dari hilangnya cahaya syafaq dilangit hingga terbitnya fajar sadik adalah masuk pada waktu Shalat Isya. Sehingga untuk mengetahui waktu-waktu shalat farud sangatlah penting, agar umat muslim dapat mengerjakan shalat sesuai dengan waktunya. Dan dengan keberadaan Adzan ini semakin mempermudah umat muslim untuk diingatkan akan keberadaan waktu-waktu tersebut.
Dalam bulan Ramadhan ada dua waktu Adzan yang sangat dinanti oleh umat muslim, yang pertama Adzan Shubuh adalah sebagai pengingat masuknya sholat Shubuh dan itu juga memberi tanda bahwa waktu untuk berpuasa telah tiba. Sehingga setelah Adzan shubuh artinya tidak boleh lagi melakukan hal-hal yang dapat membatalkan puasa seperti salah satunya adalah makan, minum. Dan yang kedua adalah Adzan Magrib, dan ini adalah Adzan yang sangat dinanti oleh orang-orang yang sedang menjalani puasa karena ini adalah waktu untuk membatalkan puasa telah tiba. Sehingga setelah memasuki waktu Magrib artinya umat muslim boleh melakukan segala sesautu yang dapat membatalkan puasa.
Suasana Ramadhan adalah suasana yang sangat begitu banyak arti khususnya kami para umat muslim, mengapa banyak hal dibulan ini yang begitu terasa besar karamahnya. Berjuang dengan nafsu sendiri selama sebulan penuh, mungkin terlihat hal kecil seperti menahan lapar dan haus. Namun hal kecil seperi ini memberikan banyak arti serta rasa akan kebesaran Allah betapa ternyata banyak sekali hal yang tidak disyukuri selama ini. Ini tidak hanya tentang keimanan, namun juga memberikan arti akan rasa kemanusiaan, kebersamaan, kesadaran, dan hal lainnya. Betapa tidak berartinya manusia sebenarnya yang berjalan diatas kesombongan diri dan dunia.
Mungkin bagi kami, aku dan keluarga yang sedang menjalani puasa dari waktu Shubuh sampai magrib tiba sebuah hal sebagai ibadah wajib yang memang harus dijalani. Namun bagaimana dengan mereka yang menjalani keadaan untuk berpuasa karena keadaan bukan karena kewajiban atas kata ibadah? Bagi kami puasa masih bertemu dengan waktu dimana dapat merasakan waktu berbuka puasa untuk membatalkan dan ini menghilangkan segala rasa lapar dan dahaga. Namun bagaimana dengan mereka yang berpuasa karena memang tidak memiliki apapun untuk dimakan atau diminum?
Malu untuk membayangkannya, memikirnya, dan apalagi merasa mampu karena jerih payah sendiri. Kumandang Adzan mengingatkan akan keberadaan betapa titik kehidupan manusia akan ada batasnya. Dimana waktu itu akan masuk dan berakhir. Sebuah pertanda juga mengingatkan diri ini yang masih bersyukur dapat bertemu dengan bulan ramadhan ditahun ini, apakah ditahun depan masih dapat bertemu?
-===-
resource : https://read.cash/@Alther/when-the-adhan-recalls-361f28a7