Dalam dunia empiris, seorang membutuhkan kepada sebuah kebenaran yang sebenarnya, hampir tidak ada orang yang mencari sebuah kesalahan, baik dalam berfikir, bertindak atau merasakan.
Namun dalam kenyataannya tidak semua orang yang mengharapkan sebuah kebenaran itu mampu menerapkan kebenaran berfikir dalam dunia empiris, mereka lebih cenderung menggelapkan kebenaran dan menyukai sebaliknya, walau harus berpura pura jadi orang benar.
Pertanyaan yang muncul, mengapa, seseorang menyukai sesuatu yang berlawanan dengan nalurinya sendiri. Ataukah anda juga pernah merasakan atau melakukan hal yang sama.
Perlu di sadari bahwa, hal tersebut sangat merugikan kita sendiri bahkan telah membohongi diri sendiri. Secara psikologis jiwa kita telah mengindap suatu penyakit yang sangat memperihatinkan.