Abandoned Paradise

Words
978
Reading
5 min
Listen
Play
9y

IMG_0598.JPG

[ENG]
An island on the tip of Sumatra, which not many people know about. The island that has a natural beauty is not inferior to other islands. He is Pulo Breuh located in Pulo Aceh district, Aceh Besar district. By taking a fishing boat from Lampulo, Banda Aceh, for + - 3 hours we will arrive in the abandoned paradise. There you can find the beaches are good and not in dirty by anak2 alay now. Oiya, the cost you need to spend if you go there ya pretty slip pocket, but after getting there all will be paid, wow that's awesome place. If you want to go there is suggested to bring a tent to the camp, because you can enjoy your own tent on the beach, accompanied by bonfires and beautiful stars blanketing the sky. The people there are very friendly, not us who admonish them but they are the ones who rebuked us. Until one afternoon we did not have water, we also asked for water wells to house residents, we did not bring jeregen only bottle aqua, but what the owner of the house instead offer us a jeregen for us so that we need enough water. We are looking to cook, because we have brought cookware and so on. But remember if you want to camp is expected to report first, cause if not reported and caught you will get sanctioned by local residents.

IMG_0622.JPG

In the Puluh Breuh not only the beach, but also there is a Dutch heritage, the lighthouse, whose name is wiliam torem. To reach the lighthouse you have to travel about 3 hours from the village to the village, and along the way you will see the beautiful forest and can see the beach scenery also. Melingge iala the capital of pulo aceh. Arriving at melingge you have to walk for 45min to the lighthouse, because there is no access for the vehicle, but when we go sesang there is workmanship road to the lighthouse. The road to the lighthouse you will pass through the jungle. Once there you will find a TNI AU guard post, there you will be asked for cost, yes maybe bisaya make guard or something we do not know. After that you are welcome to the top of the lighthouse, and upon reaching the peak, wow amazing, you can see the sea off where the scenery is so beautiful, because we got there that afternoon we could not see the sunset. It is recommended if you want to see the sunset you can go in the afternoon because you can see the sunset. You can stay there if you are not afraid to go home on wakKtu in the dark and in the forest. Although the nature is very beautiful, but infrasuktur in Pulo Breuh is still minimal, such as hospitals and education. We see SMA there are only 2 classes. It is unfortunate with such a beautiful nature but educational and health facilities are still minimal. If you want to see it you can watch a documentary film entitled "abandoned paradise" on youtube you can see it. So many mixed posts from me.

[IND]
Sebuah pulau di ujung sumatera, yang belum banyak orang mengetahuinya. Pulau yang memiliki keindahan alam tidak kalah dengan pulau2 lainnya. Dia lah Pulo Breuh yang terletak di kecamatan pulo Aceh, Kabupaten Aceh Besar. Dengan menempuh kapal nelayan dari Lampulo, Banda Aceh, selama +- 3jam kita akan sampai di surga yang terabaikan. Disana kalian bisa menemukan pantai2nya yang bagus dan belum di kotori oleh anak2 alay zaman now. Oiya, biaya yang perlu kalian keluarkan jika kalian menuju kesana ya lumayan meregoh kocek, tapi setelah sampai disana semua akan terbayarkan, wow that's awesome place. Jika kalian ingin kesana disarankan membawa tenda untuk kemah, karna kalian bisa menikmati sendiri kemah di pinggir pantai, ditemani api unggun dan bintang2 yang indah menyelimuti langitnya. Orang2 disana pun sangat2 ramah, bukan kita yang menegur mereka tapi mereka lah yang menegur kita. Sampai suatu sore kami tidak ada air, kami pun meminta air sumur kerumah warga, kami tidak membawa jeregen hanya botol aqua, tapi apa pemilik rumah malah menawarkan kami jeregen untuk kami agar air yg kami perlukan cukup. Kami mencari untuk masak, karna kami sudah membawa perlengkapan masak dan sebagainya. Tapi ingat jika ingin berkemah diharapkan melapor dulu, karna jika tidak melapor dan ketahuan kalian bakal kena sanki oleh warga setempat. Di pulo Breuh tidak hanya pantai, tetapi juga terdapat satu peninggalan belanda, yaitu mercusuar, yang namanya ialah wiliam torem. Untuk menuju mercusuar tersebut kalian harus menempuh jarak kurang lebih 3jam dari desa gugob menuju desa melingge, dan sepanjang jalan kalian akan melihat hutan2 yang masi asri dan bisa melihat pemandangan pantai2nya jugak. Melingge iala ibukota pulo aceh. Sesampai di melingge kalian harus berjalan kaki selama 45menit menuju ke mercusuarnya, karna belum ada akses buat kendaraan, tapi sewaktu kami pergi sesang ada pengerjaan jalan menuju mercusuar tersebut. Jalan menuju mercusuar kalian akan melewati hutan2. Sesampai disana kalian akan menemukan pos penjagaan TNI AU, disitu kalian akan diminta biaya, ya mungkin bisaya buat penjagaan atau apalah kami tidak tau. Setelah itu kalian dipersilahkan menuju puncak mercusuarnya, dan sesampai di puncak, wow amazing, kalian bisa melihat laut lepas dimana pemandangan sangat2 begitu indah, karna kami sampai disitu siang kami tidak bisa melihat sunset. Disarankan kalau mau melihat sunset kalian bisa pergi diwaktu sore karna bisa melihat sunset. Kalian pun bisa menginap disitu jika kalian tidak takut pulang di wakKtu hari telah gelap dan didalam hutan. Walaupun alamnya sangat indah, tetapi infrasuktur di Pulo Breuh masih minim, seperti rumah sakit dan pendidikan. Kami melihat SMA disitu hanya 2 kelas. Sangat disayangkan dengan alam yang begitu indah tetapi fasilitas pendidikan dan kesehatan masih minim. Jika kalian ingin melihatnya kalian bisa menonton film dokumenternya yang berjudul "surga yang terabaikan" di youtube kalian bisa melihatnya. Sekian tulisan yang campur aduk dari saya.

IMG_2563.JPG

IMG_2709.JPG

Abandoned Paradise | Ecency