Aku termasuk wanita yang senang sekali dengan bunga/kembang. Entah terinspirasi dari novel-novel romantis di mana para pria suka memberi kembang bagi pasangan atau kekasih hatinya, entah karena memang pada dasarnya aku memang suka dengan keindahan ciptaan Allah yang satu ini. Entahlah.
Yang pasti, setiap dikasih bunga, hatiku pasti berbunga-bunga, luluh, haha. Cepat sekali terhibur, terharu bikin mood kembali happy.
Etapi, aku termasuk bukan wanita yang suka memberikan bunga. Mungkin karena aku berangkat dari keluarga tradisional, di mana di keluargaku sama sekali tak memiliki tradisi 'say it with flower', maka aku pun tak teringat untuk melakoni gerakan ini.
Di saat hari ulang tahun ibunya, misal, seseorang akan memberikan bunga, selain hadiah lainnya pada sang ibu. Nah, ibuku, pernah suatu kali, adikku yang tinggal di Turki, mengorder online seikat kembang untuk diantarkan ke ibuku di rumah.
Reaksinya? Biasa aja! Haha. Dasar emak aye wanita konvensional! Ngapain kamu buang uang, Nak? Daripada beli bunga, kan bisa untuk beli gula. Hayyah!
Anak Jaman Now.
Lain halnya dengan anak jaman now. Putriku Intan, termasuk yang paling sering memberikan kejutan manis, untuk Uminya ini.
Di setiap ultah, putri tercinta ini selalu saja berhasil bikin surprise, yang pastinya tak terduga olehku, padahal di setiap jelang ultah, aku telah bersiaga untuk menebaknya. Namun gagal! Karena Intan sangatlah kreatif. Ada saja idenya, mulai dari memancing kemarahanku, menciptakan drama tak terduga yang berujung haru, pokoknya tak terduga.
Yang pasti, kejutan-kejutan darinya selalu mampu ceriakan dan bahagiakan hatiku. Terkadang aku mikir, betapa bahagianya ibuku jika aku juga berikan kejutan-kejutan kecil seperti ini pada ibuku, ya?
Etapi, karakter ibu juga beda dengan karakterku, sih. Ntar malah dikomen seperti komen ke adikkilu pulak. Haha. Bisa mati gaya eikeh!
Kemarin malam, eh udah dini hari, dink. Aku, Teh @mariska.lubis dan keluarganya, hangout sejenak di penjual Mie depan Thamrin City. Selain karena laper, juga karena aku masih menunggu Intan tiba, untuk pulang bersamaku ke kosan, setelah kami selesaikan acara kami masing-masing.
Nah, selagi kami menikmati santapan, terlihat Intan turun dari ojek online di seberang sana. Aku dan Teh Mariska berteriak memanggilnya, agar Intan ngeh di mana kami berada.
Sambil melambaikan tangan, dia menyeberang jalan, mendekati kami. Kulihat seikat kembang berwarna kuning dan putih di dekapan tangannya. Hm, dari teman cowoknya, nih, pasti! Tebakku dalam hati.
Etapi, Intan mendekatiku, menyerahkan kembang cantik itu seraya salim, cipika cipiki dan memelukku. Tuh kan? Aku kecolongan lagi! Ada-ada aja caraa Intan membuatku terharu dan speechless, deh!
Thanks a lots, babe! I love you so much! More, more, and more, endlessly!
Kalo kalian, suka diberi kembang atau memberinya? Cerita, donk!