Stemians Bersaudara

Words
359
Reading
2 min
Listen
Play
9y

Saya memilih kata-saudara-dalam tulisan kali ini. Tentu, tak perlu repot-repot mengerutkan dahi menafsir arti kata itu. Cukup jelas dan ringkas. Platform media sosial steemit.com ini merupakan tempat berbagi. Berdiskusi dan menampung catatan, foto dan video seluruh stemians di dunia.

Saya meyakini, kanal ini didirikan buat menjalin hubungan intensif, yang terpaut jarak dan waktu. Teknologi tentu memupuskan semua rentang jarak dan waktu itu. Dari sinilah kita berinteraksi lewat kolom komentar dan lain sebagainya. 

Akhir-akhir ini, stemians di Indonesia semakin beragam. Mereka mengupload tulisan, mulai dari sastra, cerita mini, cerita pendek hingga serial berseri. Sebagian lagi menuliskan kisah perjalanan, bagaimana menikmati kuliner dan keindahan alam nan membentang sepanjang negara dengan pantai begitu luas ini.

Di lain waktu, para fotografer profesional pun mengupload foto-foto karyanya. Tentu foto itu sungguh indah. Bagi para gamers, ini juga memiliki ulasan sendiri. Pecinta lukisan, dan videografer tak mau ketinggalan. Sangat beragam. Ini sebenarnya meneguhkan ke-nusantaraan-kita. 

Negeri ini ditakdirkan berpulau-pula dengan pemisah laut. Disatukan dalam rasa yang sama ketika berjuang merebut kemerdekaan. Hajatan yang sama untuk mempertahankan kemerdekaan itu lah yang kemudian menyatukan bangsa ini, meski era terus berganti. 

Begitu pula layaknya steemit, niatan mulia untuk menyatukan semua profesi dalam satu kanal yang sama. Sehingga ada fitur yang kemudian disebut reestem. Maknanya mendukung postingan saudara lainnya. Agar lebih masif dibaca seluruh para warga internet.

Lalu ada pula fitur upvote sebagai wujud mendukung sesama saudara. Aplikasi ini sesungguhnya menyatukan kita dalam pemikiran yang sama, saling mendukung, saling mempromosikan dan saling berdiskusi. Bukan sebaliknya, saling gagah-gagahan, saling hujat-hujatan atau saling bully membully. 

Dari beragamnya stemians, tentu beragam pula sudut pandang yang dihasilkan. Ada yang menganggap steemit ini sebagai ladang berbagi pengetahuan, ada pula yang menganggapnya berbagi dan mencari rezeki. Semua itu sah saja. Namun, saya selalu berpikir, seperti yang saya uraikan di atas. Bahwa, semua stemians itu esensinya adalah saudara.

Untuk itu, sedapat mungkin tindakan, komentar yang kontraproduktif, berpotensi menyingung perasaan stemians lainnya patut dihindari. Bahwa, sudut pandang kita berbeda, ya, itu menjadi keharusan. Namun, jangan sampai perbedaan sudut pandang itu merenggangkan hubungan yang ada. 

Di jagat maya cerminan jagat nyata. Tentu interaksi sosial lebih penting dari segalanya. Bukankah bersilaturahmi itu menyenangkan? Stemians bersaudara.

Source

Salam Komunitas Steemit Indonesia

Stemians Bersaudara | Ecency