Sudah ‘lah Tuan
Tak perlu di paksa
Percuma huru hara
Hanya mengundang malapetaka
Kasihan perempuan desa
Tubuh telah ternoda
Begitu peluh teraniaya
Suami nyasar, anaknya kesasar
Ia malah di gampar tangan tebal nan kasar
Tengah malam Ia menitik air mata
Pipi basah bermandi kenangan lama
Hatinya resah
Tersaruk-saruk karena gelisah
Sudahkah Tuan merasa?
Ataukah Tuan tak punya rasa?
Sudah ‘lah Tuan
Sudahi sa-ja...