Batang pohon itu kau minyaki, Tuan
Pohon itu terlalu tinggi mengangkasa
Tak kuasa kami panjati
Tuan, kami lapar
Buah hati kami menyantap kecoak segar
Ai-ai-ai
Tak jua kau sadar
Buta bukan penyakit kami, Tuan
Dari bawah sini jemarimu tampak
Kau tengah memetik buah segar
Tanpa mengindahkan yang busung lapar
Sohibku teriak melaknat;
“TERLAKNAT”
Walau pada akhirnya
Sohib yang malang jua menjadi laknat
Oktober, 2017