Terlampau kau zalimi
Hingga nelangsa berserah diri
Musnah kau kotoran bumi pertiwi
Jangan coba mengusik keindahan abadi
Terkadang aku bermimpi
Pagi buta terbangun
Aku menggenggam kepalamu yang bersimbah darah
*(catatan untuk Tuan Pa'e yang menjamah perempuan kami, 2000)
Agustus, 2017