Ruang Kerja Pejabat

Words
315
Reading
2 min
8y
Listen to this post
~2 min

Mestinya ruang kerja pemerintahan tak perlu pasang foto presiden dan wakil presiden. Tapi yang mesti dipasang foto bertuliskan asma Allah, nama Rasulullah. Atau kaligrafi ayat-ayat tentang ancaman bagi pencuri, ayat-ayat potong tangan bagi pencuri. Atau memajang foto-foto ulama berpengaruh yang dikenal memiliki maqam makrifah. Atau menempelkan gambar-gambar orang yang disiksa di neraka sebab memakan harta anak yatim. Seperti gambar neraka yang kita lihat saat kecil dulu. Itu pun harus dibuat dalam ukuran besar agar mudah terlihat dan terbaca.

Langkah ini sebagai wujud menjaga uang rakyat dari ambisi buruk calon koruptor. Sebagai antisipasi dari kezaliman dalam sistem pemerintahan yang kadang kurang baik melayani rakyat.

Kalau yang dipajang foto presiden, hampir-hampir tak berefek sedikit pun dalam prilaku kerja pejabat dan karyawan pemerintah. Tak tertutup kemungkinan yang di foto malah mitra kerja yang juga berselogan "joek simete dile".

Sepantasnya, asma Allah itu wajib ada dalam hati manusia. Bila hati lupa mengingat Allah, berdosa lah manusia itu. Nah, kalau asma Allah sulit melekat di hati, maka lekatkan lah Ismu Zat di dinding ruang kerja.

Setidaknya akan membantu hati untuk kembali mengingat Allah. Terlebih ketika hati dan mata sedang melihat tumpukan uang rakyat. Kalau pun setan membisik "kacok aju, pajan loem nyoe koen jinoe". Mungkin sekilas mata akan terlihat asma Allah di dinding, ada ayat-ayat Allah yang mengancam potong tangan pencuri. Ada gambar-gambar manusia besar perutnya seperti pepaya sebab makan harta anak yatim. Kalau perlu pasang pula foto siksa neraka yang dimasukkan besi panas dalam lobang pantat.

Ini lah metode. Hidup harus punya metode agar sukses. Mendekatkan diri pada Allah juga punya metode. Minimal metode membuat hati terus teringat pada Allah yang akan melahirkan sikap takut berbuat dosa. Ketika metode di atas dilaksanakan, tentu mereka akan hafal ayat ancaman mencuri. Apalagi terlihat setiap hari di ruang kerja selama masa jabatan.

Terakhir, maunya ruang kerja pemerintan seperti kuburan yang menakutkan dan mengerikan. Jangan seperti istana yang menghiburkan dan mengasikkan.

-Abu Teuming