Adakalanya kita harus menepi dari segala rutinitas. Meraih kembali makna bebas, menemukan diri kita yang seperti apa pada titik dalam detik tanpa batas,
Sebab diantara semua penat akan selalu ada yang melintas
Tawa kecil diwaktu lalu, suap demi suap masakan ibu, juga rentetan senyummu yg membuat kita tertunduk malu.
Waktu berubah,
Rindu melangkah ,
Usia bertambah begitupula kisah. cinta, luka, tangis , tawa bergantian mendaur ulang rasa
Kita terjebak dalam gerak tanpa jejak
Dan sampai pada pertanyaan “mau sampaikan?”
Pada akhirnya kita harus berhenti mengenang dan mulai bertualang.
Meraih kembali makna pulang
Membawa diri kita pada rela atas semua yang hilang dan seluruh yang datang.
Percaya yang terlepas akan terganti, yang bertahan akan abadi.
Karena raga bisa berpindah namun hati akan selalu menetap
Sudah saatnya pergi,
Hati kita layak di cintai.