Hai sahabat steemians, kali ini kita akan membahas sesuatu yang bagi saya adalah suatu hal yang menarik, yaitu bahwa kondisi tubuh yang tidak sempurna tidak bisa menjadi penghalang untuk menjadi orang sukses. Yaps..guys memiliki tubuh sempurna tentu adalah harapan semua orang, tidak ada yang ingin cacat atau cedera. Namun terlahir dengan tubuh cacat bukanlah keinginan kita, itu semua adalah kehendak dari Tuhan yang tidak bisa kita gugat. Kita sebagai hambanya hanya bisa bersabar. Memiliki tubuh cacat terkadang memang bukanlah perkara mudah, namun bukan berarti itu adalah akhir dari hidup kita, itu bukanlah akhir dari sebuah harapan dan impian. Memiliki impian adalah hak semua orang tanpa terkecuali, tidak memandang siapa dia dan darimana dia berasal, termasuk orang yang terlahir dengan tubuh cacat atau istilahnya penyandang disabilitas. Sejarah telah membuktikan hal tersebut, banyak tokoh-tokoh terkenal yang ternyata adalah orang-orang cacat, bahkan sedikit yang mengetahui akan kenyataan itu karena kekurangan itu telah ditutupi oleh kelebihan yang mereka punya. Berikut beberapa tokoh yang merupakan penyandang disabilitas, diantaranya:
Imam Tarmidzi, salah satu penulis kitab sunan dan ulama hadits terkemuka adalah seorang tunanetra, tapi dia menjadi teladan dalam hafalan dan ketelitian
Sa'id bin Musayyab, seorang Sahabat yang pecak matanya, tapi dia dikenal memiliki keluasan ilmu yang luar biasa hingga diberi julukan "Faqih al-fuqaha"
Syaikh Thaha Husein yang masyhur sebagai cendekiawan dan sastrawan, sejak belia mengalami penyakit yang menyebabkan matanya buta. Pada tahun 1973, sehari sebelum beliau meninggal, beliau mendapatkan penghargaan Hai Asasi Manusia dari Perserikatan Bangsa-Bangsa
Ali bin Ismail, seorang ahli bahasa asal Andalusia adalah seorang tunanetra
Atha bin Rabah, seorang tabi'in yang alim dan faqih memiliki cacat di tubuhnya yaitu pincang dan pecak
Alkamit bin Zaid al-Asadi yang sangat terkenal adalah penyair masa umawiyah yang sangat terkenal adalah seorang tunarungu
Marconi, ahli fisika asal Italia, memiliki dua telinga yang terlalu lebar. Tapi alih-alih menyesali bentuk telinga yamg aneh itu, ibunda Marconi justru berkata mengenai putranya "dengan telinganya yang lebar itu, dia akan mendengar suara yang sangat pelan". Ucapan ibunda Marconi itu menjadi kenyataan akhirnya marconi berhasil menemukan teknologi nirkabel.
Itulah secuil bukti bahwa memiliki tubuh cacat bukanlah sebuah penghalang untuk meraih kesuksesan. Memiliki kekurangan bukanlah alasan untuk menimbun segala impian dan cita-cita. Sekian dan terimakasih, salam sukses steemians.
Tubuh cacat bukan halangan | Ecency
Harga Bitcoin menyentuh nilai trendah Tahunan Baru di $ 3200, Altcoin mengikuti tuntutan yang samazigzag96 ·