"Kopi itu, saya kira batangnya merambat...", kata Sofiesan, turis Polandia. Sofiesan sengaja saya bawa melihat batang kopi langsung di kebun petani, agar asumsinya tentang kopi berubah.
Selama ini, kata Sofiesan, mereka hanya mengenal kopi dari Afrika dan Amerika Latin. Meski suka kopi, Sofiesan yang datang bersama seorang temannya, tidak pernah tahu batang kopi.
Setelah tiba di Gayo, barulah Sofiesan tahu detil tentang kopi. Sofiesan sengaja memilih berwisata ke Asia karena kehidupan warganya yang dinilainya masih alami.
Selain itu, biaya berwisata di Asia, lebih murah dibandingkan jika mereka berwisata ke Amerika atau Erofa.
"Satu hari wisata di Erofa, sama dengan hidup seminggu di Asia", kata Sofie. Untuk berwisata keliling dunia, Sofie menabung beberapa tahun.
Selepas berwisata, barulah Sofie mencari pekerjaan baru. Menurut Sofie, hidup di Barat, tidaklah mudah. Semuanya serba mahal.
Bekerja habiskan separuh waktunya dalam sehari. Selama sepekan, rutinitas itu begitu menjemukan dan kaku.
Dan berlibur, adalah waktu yang ditunggu. Sementara berwisata, seperti dapatkan Syurga