Tadi pagi, di sebuah warung kopi pusat Kota Banda Aceh, pelanggan biasa menyebutnya tepi kali atau Chek Yuke. Ya, karena letaknya memang di tepi Krueng Aceh dengan pemandangan Kodam Iskandar Muda.
Dulu, saat diterapkannya Darurat Militer di Aceh, saya sering mengunjungi kantornya pak tentara itu, mulai dari pembuatan kartu pers atau mengikuti konferensi pers untuk membuat berita di salahsatu media lokal dan koran harian di Provinsi Riau.
Baik, tujuan tulisan ini bukan untuk membahas darurat militer. Saya hanya ingin bercerita kejadian 68 hari yang lalu.
Setiap pagi kecuali hari minggu atau sedang melakukan tugas diluar kota, saya selalu menyempatkan diri untuk menikmati kopi tanpa gula sebelum melakukan aktifitas sehari-hari di Chek Yuke. Alasannya karena dekat dengan kantor tempat saya bekerja.
Angka itu muncul saat saya membuka @steemd di android. Wah.. ternyata sudah 68 hari umur akun saya di
@steemit.
Lalu kaitannya apa? saya sebenarnya hanya ingin mengenang sejarah (maksa dikit kata-katanya) 68 hari yang lalu.
Saat ingin menikmati kopi tok pancung (kopi pahit setengah gelas) di Chek Yuke dengan @iamgepe saya bertemu kawan lama
@acehpungo. Jarang sekali bisa bertemu lelaki yang kesibukannya luar biasa.
"Bagaimana @steemit mu?" tanya dia waktu itu. Sontak saya jawab passwordnya error akibat saya mencoba mengganti password akun itu. Dia tertawa, "Bangai that lago kah," katanya. (Bodoh sekali kamu) itu artinya.
@iamgepe dan beberapa teman yang lain juga ikut tertawa, saya juga.
Dia menyarankan saya untuk melupakan akun itu. "Buat akun baru," katanya. Saya pun mengikuti sarannya.
Menurutnya saya jangan menulis. "Kamu cocok di @dsound," katanya. Mungkin dia takut saingannya bertambah. Hahaha... tidak, saya hanya bercanda. Lalu
@acehpungo menjelaskan panjang lebar tentang
@dsound dan saya tertarik.
Singkat cerita, saya mencoba menyalurkan sedikit bakat di @dsound dan alhamdulillah sepertinya berjodoh.
Nah, intinya dari tulisan ini sebenarnya sudah 68 hari saya di @steemit, saya berharap kawan-kawan
@steemian tetap mau berbagi ilmu terlebih tentang bagaimana sebaiknya mengelola akun ini.
Tulisan ini bukti bahwa saya tidak begitu mahir dalam menulis, walau di berbagai kesempatan para senior saya yang aktif di @steemit seperti
@abuarkan dan
@munaa sudah begitu banyak memberikan ilmu tentang bagaimana menulis yang bagus dan menarik. Mungkin karena Tuhan sudah menentukan bakat yang berbeda pada setiap hambanya, atau memang pribadi saya yang tidak bisa menulis. Hehe..