Kemajuan teknologi yang semakin canggih di era sekarang ini, semakin membantu manusia dalam melakukan tugasnya. Perkembangan teknologi memang diperlukan dalam mengembangkan inovasi yang bermanfaat bagi kehidupan manusia. kemajuan yang sememakin canggih membuat siapa saja mampu mengaksesnya dengan cepat. Pengguna ini tidak hanya mengakses atau mempubliskan sesuatu yang memberi pengaruh posistif saja, namun pengaruh negatif juga sangat memberi efek. Hal ini secara sadar atau tidak sadar telah memberi pengaruh terhadap perkembangan moral yang diakibatkan oleh pemanfaatan media teknologi yang tidak berada pada tempatnya.
Penggunaan teknologi, terutama internet memberikan banyak kemudahan yang dapat dirasakan oleh semua kalangan. Tidak hanya orang yang ahli dalam teknologi, orang dewasa tapi juga dapat dimanfaatkan oleh kalangan remaja, anak-anak bahkan orang yang belum pandai dalam teknologi. Namun yang kita dapatkan sekarang ini, pengguna internet banyak mengakses sesuatu yang tidak sewajarnya. Mereka menggunakan internet sebagai kecanggihan teknologi untuk mengakses situs-situs yang seharusnya tidak dikunjugi. Seperti melihat video atau gambar-gambar yang tidak normatif.
Kecanggihan yang semakin menantang kehidupan para anak bangsa tentu harus disertai dengan moral dan agama agar tidak terjerumus ke dalam pengaruh yang negatif. Moralitas anak bangsa khususnya di Indonesia, menurut beberapa penelitian sekarang ini sungguh memprihatikan, karena 75% dari generasi muda sudah begitu menikmati penyebaran dan penggunaan narkoba.
Tidak hanya narkoba, pemberitaan tentang pemerkosaan, pelecehan dan tindakkejahatan lainnya juga tidak tertinggal heboh diberitakan di media. Belum lagi dengan video-video porno yang terus dipublikasikan. Baik karena kepentingan komersil atau video-video untuk kepentingan pribadi yang tidak sengaja “terpublikasikan” secara umum.
Seperti pemberitaan yang tersebar beberapa waktu ini. Sebuah video yang menjadi viral di dunia maya yang diduga medelnya adalah Hanna Anisa. Ini menjadi ramai diperbincangkan bahkan menjadi trending topik di pencarian google hanya karena ini sebuah video mesum. Jika benar, menjadi trending topik karena itu sebuah video mesum, bukankan moral anak bangsa sudah bermasalah. Kenapa mereka harus mencari sesuatu yang bukan sewajarnya. Padahal dampak dari video ini sangat berpengaruh bagi sikap dan gaya hidup seseorang. Bisa kita bayangkan, jika anak muda generasi masa depan sekarang sudah gencar dengan video-video berjenis tersebut bagaimana menjadi penerus bagi kelangsungan bangsa ini.
Tidak hanya itu, Hanna atau orang lain yang melakukan hal serupa dengannya moralitasnya lebih bermasalah dengan yang mencari dan menontonnya, meskipun kemungkinan mereka akan melakukan hal yang sama karena pengaruh video-video pornografi tidak dapat dipungkiri. Pemberitaan tentang Hanna dibeberapa media tentang penyesalannya terhadap penyebaran video mesum yang dikutip dari beberapa media sosialnya seperti “namanya juga khilaf”. Kalimat singkat tersebut terlihat kalau sosok pemeran ini tidak merasa malu dan menyesal dengan kelakuannya. Dari sini kita dapat melihat betapa buruknya moral para anak bangsa sekarang ini.
Meskipun dibeberap media juga memberitakan tentang sanggahan Hanna tentang penyebaran video mesum kalau dia tidak melakukannya, tapi sesuatu yang buruk telah menyebar begitu cepat didunia maya yang sudah dilihat oleh banyak orang.
Hanna bagi pencitraan
Selain karena video tentang Hanna merupakan sebuah video mesum, kata “UI” yang menjadi salah satu kunci pencarian juga menjadi alasan banyak publik dunia maya mencarinya. Hana Anisa yang merupakan alumnus dari Universitas Indonesia itu tidak hanya merusak nama baiknya sendiri tapi juga ikut melibatkan pencitraan nama universitasnya.
Ketika sebuah dugaan tentang sebuah pemberitaan yang menarik, seseorang akan mencari lebih dalam tentang sosok yang terlibat. Memastikan kebenaran tersebut hingga informasi yang lain juga didapatkan, seperti dari jurusan mana Hanna ini di kampus kuning tersebut.
Meskipun pihak universitas yang tak tinggal diam dalam menanggapi video Hana, kata UI sudah terlebih dahulu digunakan untuk menarik perhatian publik untuk melihatnya. Tidak masalah bagi publik maya yang membaca isinya, tapi bagaimana jika hanya melihat judul saja dari sebuah pemberitaan. Apalagi penggunaan judul dipilih semenarik mungkin untuk menarik perhatian. Bukankah seperti ini persepsi buruk tidak bisa dipungkiri akan hadir dan memudarkan pencitraan terhadap tempat pendidikannya.
Teknologi yang canggih, internet yang mudah diakses, media sosial yang memiliki banyak jenis. Semua adalah media informasi yang diciptakan untuk memudahkan manusia, salah satunya mendapatkan pengetahuan. Dapat memberi atau menerima, mengunduh atau mengupoad yang dilakukan dalam batas yang wajar. Jika ingin melakukan sesuatu, mempublishkan hal yang memiliki dampak besar, sebaiknya untuk anak bangsa generasi masa depan, sebaiknya pikir dua, tiga, empat sampai banyak kali hingga menghasilkan sesuatu yang tidak akan menghancurkan diri kita sendiri dimenit berikutnya.
Jika banyak yang bermanfaat untuk dicari, dilihat bahkan dikoleksi kenapa harus mengakses situs-situs pornografi yang mungkin dapat mencuci isi kepala hingga melakukan sesuatu yang buruk. Menghancurkan diri sendiri, memalukan keluarga, sampai merusak nama tempatnya menimba ilmu.
Apa cita-cita anak bangsa sekarang ini coba?