Kata tersusun dari ungkapan jiwa
Jiwa terluka ataupun bahagia
Kehidupan tak seperti surga
Sebuah alasan penenang raga
Keindahan surga terwujud dari ciptaanNya yang berharga. Warna warni kehidupan terlukis pada makhlukNya yang terpelihara. Oleh siapa? Oleh malaikatNya yang tercermin dalam diri manusia-manusia tak berdosa. Semua manusia akan menikmatinya dengan rasa bahagia. Kecuali sang pendosa, merusak untuk memenuhi ambisi setan durjana.
Lihatlah sayapnya yang terkembang. Bak malaikat akan menebarkan anugerah dari TuhanNya. Penuh keindahan dengan warna sebagai ciri khasnya. Dahulu dia tak berharga, dibunuh dan dimusnahkan hingga keturunannya. Siapa sangka kini semua terkesima. Sang ulat bermetamorfosis menjadi kupu-kupu nan indah dipandang mata. Sebuah proses kehidupan yang penuh lika-liku mempesona. Kesabaran merupakan ujian yang nyata.
Bagaimana dengan Sang Bunga? Bunga merupakan kehidupannya. Sumber kehidupan untuk generasi berikutnya. Apapun jenis dan bentuknya, bunga adalah pelita bagi keberlangsungan keluarga besarnya. Bagi manusia, bunga adalah misteri yang terpelihara. Keindahan tersembunyi yang selalu mempesona mata siapa saja. Dari seorang raja hingga rakyat jelata.
Tak hanya sayap yang terkembang indah, bentuknya selalu mengundang tanda tanya. Tak terkecuali manusia-manusia pemburu keanehan dunia. Terus dan terus mengejarnya walau sampai berkeliling dunia. Semua itu adalah alasan dari hebatnya pengetahuan dari sebagian kecil firmanNya. Tak akan pernah sirna hingga berakhirnya peradaban dunia.
Melihatnya diantara tanaman bunga. Miniatur dari taman-taman surga. Terbang ke sana dan kemari bak predator akan menerkam mangsanya. Menimbulkan hasrat ingin mengabadikannya menjadi sketsa-sketsa berwarna. Tak terpungkiri bahwa keindahannya sungguh nyata dan terpampang di depan mata.
Keindahan selalu terwujud dari siapa saja yang menikmatinya. Sebuah alasan untuk selalu memuji tentang kebenaran akan ciptaanNya.
Brebes, 17 Mei 2018
Salam Hangat Selalu
Tusroni