Pembajak Sawah

Words
215
Reading
1 min
9y
Listen to this post
~1 min

Screenshot_2018-01-21-09-20-04-1.png
hai steemian...bercerita tentang kehidupan, tak bisa lepas dari peran mereka.Petani ..mengabadikan hidupnya, menggarap tanah sawah dan ladang demi keberlangsungan perputaran ranting makanan.Indonesia yang mayoritas masyarakatnya memakan nasi sebagai makanan utamanya.nasi ini berawal dari beras ,padi yang ditanam dari keringat mereka.
Screenshot_2018-01-21-09-20-24-1.png
difoto adalah kakak iparku,dimana pemuda pemuda seusianya hijrah ke kota kota besar mencari penghidupan yang lebih layak.tapi tegas iya berucap "tidak" karena kehidupan mempunyai jalan masing masing. begitu juga teman sebayanya di kampung,lebih memilih sawah dan ladang,hutan yang di pangkas rumputnya untuk ternak sapinya.pernah aku ajak untuk ikut bekerja denganku di kota tapi selang sebulan minta pamit pulang kampung.Karena disanalah jiwanya,hidup dan hari harinya yang di rasa sudah tidak bisa lama lama meninggalkannya.
InShot_20180122_155348085.jpg
lihat gayanya,Generasi Pembajak yang tulus bekerja walau kita tahu hidup mereka terkadang sulit karena harga gabah yang saat ini turun.dan kebijakan pemerintah yang terkadang buat mereka merasa tidak mendapatkan kesejahteraan yang semestinya.
tapi mereka tetap tersenyum,karena rasa syukur mereka besar.menikamati hidup apa adanya.berbeda dengan kita yang hidup di kota yang sering menilai dan di nilai berdasarkan materi.
Kehidupan mereka selalu mengajarkanku akan ketulusan dalam menjalani hidup.itu yang selalu buatku merasa kangen dan rindu untuk pulang ke kampung untuk pulang sekedar melepas penat dari kehidupan kota yang serasa selalu diburu oleh waktu.

cerita dari kampung di atas bukit sunyi
Karang tengah - Wonogiri

Pembajak Sawah | Ecency