How Low Can You Go With Article on Steemit?

Words
577
Reading
3 min
Listen
Play
9y

Tulisan ini terinspirasi dari pertemuan saya dengan el presidente Bireun Steemit Community (BSC), bahagia-arbi@bahagia-arbi pada hari minggu lalu, 7 Januari 2018.

IMG-20180110-WA0079.jpg

Pada pagi hari setelah jogging saya berbalas whatsapp dengannya ketika tahu bahwa ia berada di Lhokseumawe untuk acara pengukuhan pengurusan BSC oleh kurator Indonesia, levycore@levycore. Ia mengatakan bersama keluarga sedang menikmati sabtu malam di hotel baru Lhokseumawe, Winton.

IMG_20171220_190425.jpg
(Ini interior kamar Hotel Adimulia Medan, bukan Hotel Winton Lhokseumawe)

Ia keliru ketika menyebut nama hotel itu dengan Winston. Memang pronounciation yang lebih English adalah Winston. Meskipun sebenarnya di Australia juga ada hotel bernama Winton. Itu persis ketika orang Batak yang bernama Peter dipanggil dengan "e" tebal/keras, dan bukan "piter" dengan "e" tipis/lemah.

Omong-omong, makanan di Roof Top Restaurant Hotel Winton cukup enak. Dibuka malam hari dan bisa menikmati kota Lhokseumawe di ketinggian langit. Namun, sediakan uang cash karena mereka tidak menerima pembayaran debit/credit apalagi pakai SBD. Hanya M-Kupi di Krueng Geukuh sajalah yang menerima bayaran dengan SBD. Di situ tempat kumpul pembesar Nanggroe Steemit Community alias #NSC semisal abunagaya@abunagaya safwaninisam@safwaninisam taministy@taministy binjeeclick@binjeeclick bukhairidin@bukhairidin steem77@steem77 dll.

IMG-20180104-WA0031.jpg

Pagi itu di antara obrolan dengan bahagia-arbi@bahagia-arbi adalah tentang reward tulisan. Menurutnya ke depan Steemit akan menjadi storage untuk tulisan-tulisan bermutu. The whales and dolphins, yaitu pembesar Steemit hanya akan tertarik meng-upvote bukan saja tulisan orisinal tapi juga bermutu. Salah satu indikator yang akan digunakan adalah jika tulisan itu jumlah volumenya minimal 350 kata.

IMG-20180108-WA0014.jpg

Ini tentu menarik dan menjadi pecut bagi Steemians. Selama ini kita melihat banyak postingan yang hanya terdiri beberapa kata saja. Tak ada narasi yang mengalir dari Steemians atas kisahnya. Rata-rata saya hanya melihat tulisan yang terdiri 30-70 kata. Sangat minimalis sekali dan kurang memberikan bobot. Apalagi membuat kita tertegun.

Kalau kita bandingan dengan satu dokumen tulisan terpublikasi saat ini yang memenuhi syarat terbit di media online atau cetak, diperlukan minimal 450 hingga 1000 kata, maka syarat 350 kata adalah normal. Seorang pengarang harus punya nafas panjang dalam mengurai idenya. Jangan manja, jangan cepat tersengal-sengal literasinya. Imajinasi harus terentang sepanjang kata-kata
yang menginfus mental ideal.

IMG_20171226_133953.jpg

Hal itu akhirnya, meskipun saat ini tidak terjadi selinear pakem, hanya akan hadir melalui tulisan yang berbobot. Yang kuat dan panjang akan survive. Eiits, jangan mikir macam-macam, kembali ke laptop!

Kalau ingat kata-kata antropolog ragawi, Charles Darwin, survival of the fittest, hanya yang paling bugarlah yang akan selamat dalam pertarungan. Hanya penulis yang serius dan mau belajarlah yang akan menjadi orang tertawa paling akhir.

Seperti kata-kata iklan rokok beberapa tahun lalu, how low can you go yang bisa kita bahasakan juga how long can you breathe: berapa lama kamu bisa bernafas di dunia Steemit ini, jika literasimu tidak berkembang dan membesar?!?

IMG-20180110-WA0063.jpg

Bagi yang sudah biasa di dunia penulisan juga jangan cengeng dengan hanya bisa memposting ulang tulisannya di media massa. Coba terus menciptakan tulisan-tulisan baru dari pelbagai angle. Memposting tulisan sendiri yang sudah terpublikasi hanya akan didatangi Cheetah dan masuk perangkap plagiarisme. Jadi move on lah. Be hot with your article.

Seperti saat jatuh cinta, kita berusaha keras menciptakan bahasa baru lagi segar untuk orang yang kita cintai. Kita mencari jalan membiratkan puisi dan menjadikan diksi sendiri terlihat cantik dan menawan. Kita tak ingin menghilang bagai debu di tepian pantai. Pasti kita ingin menjadi ombak bagi kekasih hati yang mengombang-ambing dan memesrakan. Mabuk kepayang dalam asmara yang tak bersudahan.

IMG_20180110_062438.JPG

How low can you go? How fast can you run? How deep could you love your article and make it fascinating to the people?

IMG_20180110_232051.JPG

Seberapa kreatif kau memanjatkan ide dalam rerimbunan pohon kata-kata?

10 Januari 2018

DQmUC35dbRud7PQnqZwF7734sxaCd8nDES9WkDMvJ6ytwqu.jpg

How Low Can You Go With Article on Steemit? | Ecency